Ilustrasi pasangan sedang berciuman (Pixabay/kairosproducciones)
Ciuman kerap diartikan sebagai tanda cinta atau kasih sayang. Ciuman bisa dilakukan di bagian pipi, kening, leher, hingga bibir. Berciuman juga dapat mempererat sebuah hubungan dan ikatan cinta.
Namun tahukah kamu bahwa di balik indah dan enaknya berciuman, ternyata ada sejumlah dampak yang mengintai? Biar gak penasaran, yuk simak ulasannya di bawah ini.
Salah satu bahaya berciuman bibir dengan pasangan ialah bisa terkena penyakit herpes labialis atau oral. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Penularannya melalui kontak langsung dengan bagian kulit yang terinfeksi, luka herpes, atau selaput lendir pada air liur.
Gondongan merupakan infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan. Ciuman bibir bisa membuat seseorang lebih mudah terpapar virus penyebab penyakit ini. Gejala gondongan adalah demam, sakit kepala, pegal linu, dan bengkak di bawah pipi.
Flu dapat membuat seseorang sulit bernapas, menyebabkan batuk, atau membuat hidung berair. Dengan kata lain, ini tetap saja kondisi sulit yang harus dihadapi selama beberapa hari. berciuman dengan pasangan yang sedang flu membuat kamu sangat mungkin akan mendapatkannya juga.
Mononukleosis dapat menyebar melalui air liur, jadi berciuman adalah salah satu cara termudah untuk melakukannya. Ini sering disebut "penyakit berciuman" yang dapat menyebabkan gejala yang meliputi sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, demam, kelelahan, sakit kepala, ruam dan limpa yang bengkak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.