Beauty, pasti kamu sudah tahu soal virus corona yang akan mati apabila berada pada cuaca yang lebih hangat atau musim panas. Namun, paa ahli mengingatkan bahwa analisis tersebut bisa melukiskan gambaran suram karena musim berubah menjadi lebih dingin di tengah pandemi virus corona ini.

Para peneliti mengatakan bahwa mesin pemanas dalam ruangan selama musim dingin bisa berkontribusi pada penyebaran penyakit. Pemanas ruangan itu mengeringkan penghalang lendir pelindung di dalam hidung dan saluran udara, sehingga infeksi virus corona akan lebih mudah terjadi.

"Temuan kami menunjukkan peran musiman atau suhu cuaca dalam transmisi dan tingkat keparahan virus corona. Temuan ini juga berpendapat peningkatan kelembapan dan hidrasi sebagai cara untuk memerangi virus," kata Dr Gordan Lauc, Profesor biokimia dan biologi di Universitas Zagreb.

Baca Juga: Mengenal Sputnik V, Vaksin Corona Pertama di Dunia Asal Rusia

Baca Juga: Berada di Bawah Rata-rata Dunia, Ini Strategi Satgas Penanganan COVID-19 Tekan Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia

Dilansir dari The Sun, Dr Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading mengatakan bahwa hubungan antara suhu cuaca dan tingkat keparahan gejala virus corona.

"Mungkin karena suhu rendah memperlambat lendir normal virus yang menginfeksi di saluran hidung kita. Jika memang ada gelombang infeksi di Inggris pada musim dingin, hal itu bisa bertepatan dengan flu musiman," kata Dr Simon.