Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 27 Juli. Demi memperingati Hari Anak Nasional 2020, penting untuk menjaga kesehatan mentalnya mengingat anak adalah penerus bangsa.

Riset menunjukkan bahwa 15% remaja di negara berkembang pernah berpikiran untuk bunuh diri dan jadi penyebab kematian yang paling besar untuk usia remaja. Di Indonesia sendiri, hasil Riskesdas 2018 menemukan bahwa prevalensi gangguan mental emosional remaja usia di atas 15 tahun meningkat menjadi 9,8i 6% di tahun 2013.

Lantas mengapa kesehatan mental anak penting untuk dijaga?

Baca Juga: Aneh Banget! Ibu Bangunkan Anak dengan Cara Menjilatinya Setiap Hari, Kok Bisa Ya?

Baca Juga: Mau Liburan Tapi Engga Ada Budgetnya? Gampang! Ikutin Dulu Tips Berikut ini Yuk!

Annelia Sani Sari, seorang Psikolog Anak dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, menjelaskan bahwa kesehatan mental anak perlu dijaga demi tumbuh kembangnya.

"Kalau anak memiliki kesehatan mental yang baik, dia akan punya beberapa karakter positif," imbuhnya saat diskusi virtual #HaloTalks: Gangguan Mental pada Anak, Musuh yang Tak Terlihat, Kamis (23/7/2020).

"Dia (anak) akan dapat beradaptasi dengan berbagai keadaan, dengan tantangan kehidupan yang makin macam-macam ini. Maka kemampuan adaptasi ini merupakan satu hal yang sangat penting," sambungnya.

Annelia pun menjelaskan bahwa anak dikatakan sehat secara mental bila dapat bersosialisasi dengan baik. Selain itu, anak-anak dengan kondisi mental yang sehat saat ia bisa memahami baik dan buruk.

Baca Juga: Stop! Jangan Takut Berbuat Baik, Pahami Kindess Matters ini

Baca Juga: Wow! Ternyata.. Memelihara Hewan Bagus untuk Kesehatan Mental Lho, Apa Saja Ya?

"Anak dikatakan memiliki mental yang sehat saat dia punya kapasitas untuk memulai dan mempertahankan relasi yang menyenangkan. Jadi dia bisa menjalin hubungan baik dengan orang dewasa, teman-teman seusianya seperti itu dengan menyenangkan," terangnya.

"Memiliki kemampuan untuk bermain dan belajar yang sesuai dengan usia dan perkembangan kecerdasannya, memiliki kepemahaman tentang baik dan buruk," tambahnya.