Beauty, pandemi virus corona belum juga berakhir. Pasien yang positif terinfeksi virus corona juga terus bertambah setiap harinya. Para ilmuwan masih terus berushaa mengembangkan vaksin virus corona agar bisa diproduksi dengan cepat. Namun, sampai saat ini belum ada yang berhasil.

Pandemi belum berakhir, tapi ternyata mutasi virus corona baru telah menjadi jenis virus yang paling dominan. Menurut seorang pakar, kondisi seperti ini menyebabkan wabah bisa menyebar dengan lebih cepat di seluruh dunia.

Dilansir dari New York Post, seorang profesor dari University of Birmingham, Nick Loman mengatakan bahwa mutasi virus tersebut dikenal sebagai D614G, membentuk kelompok lebih cepat di Inggris daripada virus asli dari Wuhan.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

"Itu ada dalam protein lonjakan, yang merupakan cara yang sangat penting bahwa virus corona dapat memasuki sel manusia, dan kami telah memperhatikan di Inggris dan seluruh dunia bahwa mutasi ini telah meningkat dalam frekuensi," kata Profesor Nick Loman.

Para ilmuwan telah menganalisis lebih dari 40 ribu genom di Inggris, tapi mutasi baru itu enggak diyakini menyebabkan risiko kematian yang lebih besar. Mutasi tersebut adalah yang paling dominan karena kasus mencapai 75 persen.

"Peningkatan mutasi ini adalah fenomenan di seluruh dunia. Virus asli dari Wuhan memiliki tipe-D, tapi tipe-G telah menjadi jauh lebih dominan di selurub dunia, termasuk Inggris," ujar Loman.

Menurut Loman, dampaknya kecil dan ia enggak yakin tentang hal tersebut. Namun, ia mengujinya dan hasilnya mutasi tipe-G tampaknya membentuk kelompok kasus lebih cepat dan berakhir menjadi lebih besar dari virus mutasi-D.

Baca Juga: Rekor Lagi! Tambah 2.473 Kasus Positif Corona Per 7 Agustus 2020, Ini Sebarannya di Indonesia...

Baca Juga: Duh! Murid SD Ini Kena Virus Corona di Hari Pertama Sekolah