Cinta terkadang datang tanpa sengaja, tanpa mengenal waktu, dan kehadirannya enggak bisa dipaksakan begitu saja. Beauty, saat cinta hadir seolah kebahagiaan turut menghampiri. Tapi, bagaimana dengan mereka yang mengidap philophobia? Mereka merasa takut untuk jatuh cinta dan mencintai seseorang. Mereka beranggapan, ketika cinta itu datang seolah menjadi awal kehancuran bagi hidupnya.

Philophobia, philo bermakna 'tercinta atau mencintai' sedangkan phobia memiliki arti 'takut'. Bila kedua kata tersebut dikaitkan, philophobia merujuk pada makna sesorang yang merasa takut untuk jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang.

Biasanya, pengidap philophobia pernah mengalami trauma dalam hal percintaan di masa lalunya. Atau bahkan, fobia jenis ini bisa ditimbulkan akibat perceraian orang tua.

Baca Juga: Takut Buat Mencintai?? Bisa Jadi Kamu Kena Philophobia

Mungkin, mereka sering menyaksikan kedua orang tuanya bertengkar hingga mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Hal inilah yang membuat mereka takut bahkan enggan membuat komitmen yang lebih serius dengan orang lain. 

Serupa dengan kondisi gangguan psikologis lainnya, pengidap philophobia juga memiliki ciri-ciri tertentu. Merangkum dari berbagai sumber, Jumat (24/7/2020), yuk kenali tanda-tanda gangguan philophobia berikut.

Enggak gampang move on dari masa lalu

Beauty, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya kalau pengidap philophobia bisa disebabkan trauma dalam menajlin hubungan di masa lalunya. Hingga akhirnya, ketika ada seseorang yang mulai mencintainya, ia khawatir akan hal itu.

Ia beranggapan kalau cinta yang datang hanya akan menghancurkan hidupnya. Ia takut traumanya di masa lalu yang menyakitkan itu terulang kembali saat ini. Pokonya, sebisa mungkin ia melarang dirinya untuk jatuh cinta dengan orang lain.

Makanya enggak heran, kalau penderita philophobia ini akan menolak banyak cinta yang datang kepadanya. Ia lebih memilih hidup ngejomblo dan merasa kesepian, ketimbang harus menjalin hubungan kembali dengan orang lain.

Sikapnya kaku dan dingin

Karena merasa takut untuk jatuh cinta kembali, sikapnya pun menjadi dingin dan kaku. Hal inilah yang membuat banyak pria yang ragu untuk mendekatinya dan menjalin hubungan dengannya. Even dia mulai tertarik dengan serang pria, ia akan mengubur perasaanya dalam-dalam dan enggak ingin ada orang yang mengetahui hal tersebut.

Panik kalau ada yang ngedeketin

Enggak cuma panik, penderita philophobia juga sering merasa insecure bila ada pria yang mencoba mendekatinya. Bahkan kalau philophobia yang diidapnya semakin menjadi-jadi, ia akan merasa gugup yang berlebihan bila ada pria yang berusaha mendapatkan hatinya.

Mulai dari keringat dingin, gemeteran, atau bahkan pingsan sekali pun. Sebenarnya, kondisi ini enggak bisa dibiarkan begitu saja. Pengidap philophobia tinggi harus meminta bantuan psikolog untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Sulit menjalin hubungan

Beauty, ternyata banyak penderita philophobia yang enggak menyadari kalau ia mengalami fobia jatuh cinta, Salah satu yang kerap terjadi pada seorang philophobia adalah ia kesulitan dalam menjalin suatu hubungan.

Setiap hubungan yang dibangun, enggak akan berlangsung lama. Hal ini lantaran ia sulit memberikan kepercayaannya kepada pasangan. Ia kerap curiga dan merasa ragu dalam hubungan yang dijalaninya. 

Enggak suka datang ke keramaian

Ke mall , misalnya. Pengidap philophobia sebisa mungkin menjauhi dirinya dari keramaian. Bukan introvert, tapi dia enggak suka aja melihat banyak pasangan yang menghabiskan waktu berdua di sana.

Bahkan, penderita philophobia ini juga anti banget datang ke pesta pernikahan. Entah kenapa, ia merasa takut untuk melihat prosesi panyatuan dua sejoli yang sakral.

Nah Beauty, itu tadi lima tanda kalau seseorang mengalami Philophobia. Dari tanda-tanda di atas, apa kamu pernah merasakannya?