Kasus virus corona terus berlangsung di Tanah Air. Para ilmuwan di Indonesia pun bekerja keras untuk melakukan penelitian demi 'mengenal' virus ini lebih jauh.

Salah satu lembaga yang aktif melakukan riset mengenai virus corona adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Untuk itu, selama pandemi, L’Oréal, sebagai perusahaan global yang yang berakar pada sains dan berbasis pada penelitian, secara konsisten menjalankan komitmennya untuk memajukan dunia sains dan mendukung perempuan dalam sains.

Pada bulan April 2020, L’Oréal Indonesia telah mengumumkan aksi solidaritas perusahaan guna penanggulangan pandemi virus COVID-19 di Indonesia. Secara khusus, salah satu aksi solidaritas yang dilakukan L’Oréal Indonesia adalah kontribusi dana riset genome sequencing SARS-CoV-2 kepada Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

Baca Juga: Terkait Obat Herbal Corona Hadi Pranoto, Ini Tanggapan Kemenkes

Baca Juga: Waduh! Terkait Obat Herbal Corona, Anji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan

Whole genome sequencing (WGS) atau pengurutan genom adalah proses penentuan urutan materi genetik (DNA/RNA) secara lengkap virus pada satu waktu. Penelitian mendalam mengenai karakteristik molekuler virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19, dibutuhkan sebagai fondasi berbagai riset lainnya.

“Riset merupakan fondasi untuk melakukan inovasi. Riset genome sequencing SARS-CoV-2 ini menjadi penelitian dasar untuk mengenal karakteristik spesifik virus yang ada di Indonesia," tutur Prof. Herawati Sudoyo, PhD, ilmuwan bidang biologi molekuler yang juga menjadi salah satu pendiri LBM Eijkman Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Riset Fundamental, LBM Eijkman.

"Selanjutnya hasil dari genome sequencing ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai riset lanjutan, misalnya riset tentang evolusi dan penyebaran virus SARS-CoV-2, pengembangan vaksin, maupun obat antivirus,”  sambungnya.

Prof. Herawati Sudoyo menambahkan bahwa L’Oréal berkontribusi dalam 24 pemetaan  genome sequencing spesifik untuk SARS-CoV-2 di Indonesia dari target total sekitar 100 virus yang akan dilaporkan oleh LBM Eijkman ke tingkat internasional, yakni pusat data GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data). Dengan data whole genome sequencing SARS-CoV-2 tersebut, sekuens virus SARS-CoV-2 Indonesia dapat dianalisis dan dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga: Tambah 1.679 Pasien Positif Corona Per 3 Agustus 2020! Ini Sebaran 10 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Baru...

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Alasan Pasien Corona Alami Gangguan Indera Penciuman