Sebuah studi baru mengimbau bahwa rumah sakit harus memeriksa kadar gula darah pasien dengan COVID-19 untuk meningkatkan peluang mereka selamat dari penyakit tersebut. Para peneliti di Cina telah menemukan bahwa orang dengan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dua kali lebih berisiko alami kematian akibat infeksi corona atau mengembangkan komplikasi serius.

Studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, menunjukkan hubungan antara gula darah tinggi yang abnormal dan efek buruk pada pasien COVID-19. Temuan tersebut berasal dari analisis data dari dua rumah sakit di Wuhan, Cina, antara Januari dan Februari.

Para peneliti mengumpulkan data dari 605 COVID-19 pasien tanpa riwayat diabetes. Tim meneliti tingkat kematian, kadar glukosa darah puasa (FBG), komplikasi di rumah sakit dan skor CRB-65, yang membantu menilai tingkat keparahan pneumonia.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

Selama penelitian, 114 pasien meninggal saat di rumah sakit, 208 memiliki penyakit bawaan, seperti tekanan darah tinggi. Banyak pasien yang mengalami komplikasi serius atau meninggal muncul dengan kadar FBG yang tinggi.

Para peneliti mengatakan pasien COVID-19 yang berada dalam kelompok FBG tertinggi 2,3 kali lebih berisiko alami kematian akibat COVID-19 dan kemungkinan mereka mengalami komplikasi adalah empat kali lebih tinggi. Risiko kematian lebih tinggi pada pria daripada wanita di semua kelompok.

Para peneliti kemudian melihat hubungan antara peningkatan kadar gula darah dan skor CRB-65 yang tinggi atau pneumonia yang lebih buruk. Pasien dengan CRB-65 yang tinggi juga memiliki risiko kematian yang lebih tinggi karena infeksi coronavirus. Namun, pasien dengan skor CRB-65 terendah atau bahkan nol masih cenderung meninggal karena peningkatan kadar FBG.

"Studi ini menunjukkan, untuk pertama kalinya, bahwa peningkatan FBG saat masuk secara independen terkait dengan peningkatan mortalitas 28 hari dan persentase komplikasi di rumah sakit pada pasien COVID-19 tanpa diagnosis diabetes sebelumnya," kata para peneliti dalam siaran pers seperti dikutip dari Medical Daily (24/7/2020).

Baca Juga: Rekor Lagi! Tambah 2.473 Kasus Positif Corona Per 7 Agustus 2020, Ini Sebarannya di Indonesia...

Baca Juga: Duh! Murid SD Ini Kena Virus Corona di Hari Pertama Sekolah

"Pengujian dan kontrol gula darah harus direkomendasikan untuk semua pasien COVID-19 bahkan jika mereka tidak memiliki diabetes yang sudah ada, karena sebagian besar pasien COVID-19 rentan terhadap gangguan metabolisme glukosa," tambah para peneliti.