HerStory, Tangerang —
Moms semua pasti pernah ngalamin, si kecil sering melempar barang dan memukul. Bahkan hal ini bukan karena lagi marah saja tapi ketika sedang gembira pun, si kecil kadang melakukannya sampai menyakiti seseorang dan merusak barang.
Moms mungkin kebingungan mengatasi hal ini bukan? Dan bertanya-tanya kenapa anak sering melakukan hal tersebut. Dikutip dari parentalk.id. Perilaku anak usia 1-1,5 tahun yang suka melempar barang itu sesuai tumbuh kembangnya, lho moms. Kalau menurut Psikolog Jean Piaget, kondisi ini disebut skema pembelajaran tertiary circular reactions.
Hal ini wajar terjadi pada anak usia 1-1,5 tahun dan sesuai tumbuh kembangnya. Saat anak di fase ini, moms bisa:
- Berikan benda yang aman untuk dilempar.
- Ajak pindah ke lokasi aman untuk melempar.
Gak perlu ada koreksi kecuali jika anak melempar karena:
- Mencari perhatian
- Membalas dendam
- Frustasi
Anak melempar karena mencari perhatian ketika:
- Sudah melewati usia eksplorasi melempar
- Seperti sengaja melempar dan terlihat puas saat kita bereaksi
- Sering terjadi saat kita lagi gak fokus ke anak
- Berhenti hanya saat kita tegur
- Terulang lagi setiap kita gak fokus ke anak
Yang bisa moms lakukan saat mengalami hal ini:
- Rutin spesial time dengan anak tanpa gangguan
- Libatkan di aktivitas yang membuat anak merasa berguna
- Ajarkan cara meminta perhatian yang lebih positif, seperti menepuk pundak atau tangan kita, berbisik di telinga kita, mendatangi dan memanggil kita, memeluk kita.
Anak melempar barang karena membalas dendam ketika:
- Sering dilakukan dengan marah
- Kadang barang dilempar ke orang yang membuatnya sakit hati
- Kadang barang yang dilempar adalah milik orang yang membuatnya sakit hati
Yang bisa moms lakukan saat anak melempar karena membalas dendam:
- Akui perasaan anak
- Hindari membalas perlakukan anak
- Hindari memberi label anak nakal, dsb
- Hindari menghukum atau memberi respon yang bikin anak makin sakit hati.
- Ajari cara mengungkapkan perasaan, seperti: "Aku merasa..." atau "Aku tidak suka...", hentakkan kaki, melipat tangan dan membuat ekspresi wajah kesal
Anak melepar karena frustasi karena:
- Sering kali dilakukan saat gagal melakukan sesuatu
- Dilakukan dengan ekspresi wajah kesal
- Mungkin makain kesal saat dibantu melakukannya
Yang bisa moms lakukan saat anak mengalami hal tersebut:
- Sesuaikan level kesulitan dengan kemampuan anak
- Permudah langkah anak, tapi jangan kita yang melakukan buat anak
- Turunkan ekspetasi kita pada anak
- Beri pujian pada usaha dan proses, bukan hasil
- Sediakan waktu untuk berlatih, hindari memburu-buru anak
Baca Juga: Bukan Diperbaiki tapi Dipahami, Ubah Cara Pandang Bisa Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Lho Moms!