Semua orang tentu ingin memiliki hidup yang lama. Oleh sebab itu, enggak heran kalau banyak yang menjalani pola hidup sehat agar berumur panjang. Salah satu pola hidup sehat adalah dengan mengonsumsi sayuran hijau, seperti kubis atau kol.

Kubis, sayuran hijau yang mudah ditemukan ini diketahui memiliki beragam manfaat kesehatan untuk tubuh. Hal ini membuat kubis jadi salah satu makanan super karena nutrisi utamanya. Dikenal sebagai "ratu hijau," menambahkan sayuran ini ke dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan hidupmu. Berikut ini sederet manfaat kubis untuk tubuh:

1. Menguatkan Tulang

Kebanyakan orang mengonsumsi susu untuk memiliki tulang yang kuat dan untuk meningkatkan kesehatan tulang secara keseluruhan, padahal kubis juga bisa membuat tulang jadi kuat. Kubis mengandung vitamin tinggi yang dapat memperkuat dan melindungi kerangka tubuh.

Baca Juga: Penelitian: Konsumsi Kubis dan Timun Dapat Kurangi Risiko Kematian Pasien Corona hingga 15%

“Tulangmu membutuhkan banyak nutrisi untuk tetap mineral; kerangka tubuh harus mendapatkan kalsium yang cukup untuk mengimbangi proses tulang,” kata Dr. Maina Sinha, asisten profesor kedokteran di Weill Cornell Medical School dan pakar penyakit tulang metabolik.

Prof Sinha juga menganggap makanan olahan susu dan sayuran hijau berdaun, seperti bayam dan kubis, sebagai sumber kalsium makanan terbaik. Kandungan vitamin dalam kubis sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan tulang yang normal.

2. Bantu Memerangi Peradangan

Kubis, sayuran super bergizi ini mengandung banyak fitonutrien, seperti quercetin, yang membantu memerangi peradangan dan mencegah pembentukan plak arteri, dan sulforaphane, senyawa penangkal kanker. Makanan yang mengandung anti-inflamasi dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, radang sendi, dan gangguan autoimun.

3. Dapat Detox Tubuh

Untuk memiliki tubuh yang sehat, kubis bermanfaat untuk mendetoksifikasi tubuh dan menjaga kesehatan hati. Makanan rendah kalori dan tanpa lemak ini dapat dikonsumsi mentah dalam salad atau smoothie untuk membantu mengisi kembali tubuh.

"Detoksifikasi dengan kubis secara khusus dirancang untuk memastikan hati tetap bersih dari kotoran dan untuk memasoknya dengan nutrisi sehat yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Hati yang kelebihan beban dapat mempengaruhi semua organ lain dalam tubuh, termasuk jantung dan otak," kata MindBodyGreen.

4. Cegah Kerusakan Mata

Kubis mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin, karotenoid, yang bertindak seperti filter sunglass dan membantu mencegah kerusakan mata dari paparan sinar ultraviol yang berlebihan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang dengan riwayat makan makanan kaya lutein seperti kale memiliki risiko katarak 22 persen lebih rendah, yang seharusnya cukup parah sehingga memerlukan ekstraksi. Antioksidan makanan, seperti kubis, berperan dalam pencegahan katarak terkait usia atau risiko degenerasi makula.

5. Meningkatkan Kesehatan Otak

Sayuran padat nutrisi mengandung vitamin dan mineral esensial ini sangat baik untuk fungsi otak. Kubis mengandung 684 persen RDA vitamin K, yang merupakan nutrisi antioksidan kuat yang melindungi lemak dan telah lama dikaitkan dengan pembekuan darah.

"Vitamin K diperlukan untuk membuat lemak khusus yang disebut sphingolipid yang membuat struktur sel-sel otak kita, dan itu mempromosikan sel-sel otak menjadi lebih tangguh dengan mempengaruhi ekspresi gen," tulis Dr Drew Ramsey, Asisten Profesor Klinis Psikiatri, Universitas Columbia dan Institut Psikiatri Negara Bagian New York, dalam sebuah posting blog di The Huffington Post.

6. Melindungi Tubuh dari Kanker

Kubis mengandung fitonutrien yang membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas terkait dengan peningkatan risiko kanker. Bahkan untuk pasien kanker, kubis dapat digunakan untuk melawan sel kanker hingga sembuh.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal International Urology and Nephrology, menemukan fitonutrien dan kandungan sulforaphane dalam kubis dapat membantu melindungi terhadap kanker kandung kemih, kanker keenam yang paling sering didiagnosis di AS.