Ilustrasi wanita yang sesak napas (Pinterest/Edited by HerStory)
Moms mungkin berpikir penyakit stroke hanya dialami oleh orang-orang yang berusia lanjut. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, lho Moms. Nyatanya, tak sedikit orang yang masih berusia 20 tahunan mengidap stroke.
Lantas, mengapa stroke bisa menyerang usia muda? Yuk Moms cari tahu penyebabnya.
Menurut ahli saraf Blake Buletko mengatakan bahwa banyak orang muda yang mengabaikan gejala stroke karena berpikir dirinya terlalu sehat. Padahal menurut data Cleveland Clinic , ada dekitar 10 persen kasusu stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun.
Biasanya kondisi ini terjadi karena efek obat dan kondisi genetik tertentu. Nah, setiap kondisi yang menyebabkan kelainan struktural jantung atau irama jantung yang tidak teratur juga meningkatkan risiko stroke.
Selain itu, seseorang yang mengalami gangguan pembekuan darah atau penyakit sel sabit juga rentan mengalami stroke. Gangguan pembekuan darah bisa meningkatkan penggumpalan pada trombosit atau sel darah merah saat bergerak melalui tubuh yang bisa menyebabkan stroke.
Berikut ini gejala awal stroke yang perlu Beauty waspadai, antara lain:
Selain mengenali gejala, ada baiknya jika kamu tahu juga paham beberapa faktor yang dapat meningkatakn risiko penyakit stroke. Beberapa faktor risiko pemicu stroke, yaitu:
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.