Beauty, apakah kamu seorang sandwich generation atau generasi sandwich? Generasi sandwich ini merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki tanggung jawab finansial kepada orang tuanya saat ia besar. 

Nah, faktanya tanggung jawab tersebut akan tetap ada meskipun ia telah berkeluarga dan memiliki anak bahkan kondisi ini banyak dialami oleh anak Asia, terutama di Indonesia. Menurut jurnal “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of The Aging” yang dilansir dari jstor.org, Istilah generasi sandwich ini sendiri diperkenalkan oleh Dorothy Miller dan Elaine Brody di tahun 1981. 

Masalah ini sendiri merupakan beban yang enggak sudah-sudah bagi seorang anak, kalau nggak memenuhi tanggung jawab ini, enggak jarang anak bakal dianggap enggak berbakti atau merasa bersalah meskipun sebenarnya anak nggak punya keharusan untuk memenuhi kebutuhan ini. 

Baca Juga: Waduh! Jangan Biarkan Anak Sakit, Perhatikan 3 Gejala Alergi ini, Moms!

Baca Juga: Awas! Jangan Salah Cara Mengajari Anak Pendidikan Seks, Ikuti 5 Tips Ini Moms

Kalau terjadi terus, sebenarnya generasi sandwich bisa sangat kewalahan secara finansial maupun mental. Apalagi jika kondisi keuangan anak belum stabil malah membuat para generasi sandwich terlilit utang. Tetapi untukmu yang masih mau membantu orang tua tapi enggak mau kondisi finansial pribadi jadi anjlok, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan kondisi keuangan kamu.

Nah, inilah cara-cara yang patut kamu coba, Beauty!

1. Bijak mengeluarkan uang

Beauty, pasti susah nahan godaan diskon, ya? Mulai sekarang, kamu harus lebih bijak dalam memilah keuangan. Menurut ahli keuangan, seseorang harus bisa mengefisienkan pengeluaran yang sifatnya sekunder. Jadi kalau ada bahan dan barang yang belum dibutuhkan saat ini, sebisa mungkin dihemat dulu. Kalau memang ingin belanja, pastikan barang tersebut memang kamu butuhkan. Siasati semuanya semisal menghapus dulu aplikasi belannja online dan berhenti follow akun-akun yang membuatmu tergiur membelinya. Kalau sudah begini, kamu bisa memprioritaskan kebutuhan pribadimu dulu. 

2. Memisahkan budget khusus untuk orang tua tiap bulan

Kalau kamu memasukkan orang tua dalam prioritas keuangan, artinya kamu harus memastikan mereka masuk dalam budget pengeluaran setiap bulan. Supaya kebutuhan bisa tetap terpenuhi dengan baik, kamu bisa memasukkan budget orang tua tepat setelah kebutuhan primer. Hal ini untuk menandakan bahwa budget orang tua merupakan sesuatu yang wajib dipenuhi. Supaya enggak over-budget, kamu bisa menyiasatinya dengan mengurangi budget hiburan, Beauty.

Baca Juga: Wow! Ternyata Inilah Cara Mengasuh Anak di Masa Golden Age, Moms Harus Paham!

Baca Juga: Wow! Inilah 17 Cara untuk Menghentikan Masalah Fummy-Tummy Bayi

3. Berdiskusi secara jujur mengenai kondisi dengan orang tua

Kalau kamu mau membantu orang tua tapi masih enggak yakin bisa melakukannya setiap bulan, kamu bisa berbicara secara jujur pada orang tua. Ceritakan seperti apa kondisi keuangan dan kebutuhan yang kamu perlukan setiap hari. Berikan mereka pengertian bahwa kamu akan tetap berusaha membantu, tapi dengan kondisi uang yang pas-pasan, orang tua juga harus mengerti kalau suatu ketika kamu nggak memberi bantuan finansial pada mereka. Bicarakan pula soal kamu yang menyiapkan dana masa depan hingga orang tua harus memahami kalau hidup kamu enggak cuma buat membiayai mereka.

Itulah 3 cara yang efektif untuk kamu coba, Beauty. Orang tua juga jadi enggak berharap atau memaksa untuk dibiayai. Kamu juga harus tetap memastikan bahwa kamu akan selalu ada dalam kondisi apapun. Semangat, Beauty!