Pandemi virus corona belum juga berakhir. Para ilmuwan pun masih terus mencari dan mengembangkan vaksin untuk menangkalvirus corona yang sudah memakan banyak korban jiwa. Virus corona ini bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, kegagalan kerja organ, dan bahkan kematian.

Para pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes, sudah terbukti risiko kematiannya itu cukup tinggi.

Ada banyak gejala yang diderita oleh pasien terinfeksi virus corona. Beberapa gejala bisa muncul tanpa kamu sadari, lho. Berikut ini empat gejala terinfeksi virus corona yang memiliki risiko kematian tinggi. Apa saja? Yuk, simak baik-baik, ya!

Baca Juga: Mengenal Sputnik V, Vaksin Corona Pertama di Dunia Asal Rusia

Baca Juga: Berada di Bawah Rata-rata Dunia, Ini Strategi Satgas Penanganan COVID-19 Tekan Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia

Demam tinggi

Demam menjadi salah satu gejala terinfeksi corona yang memiliki risiko kematian yang tinggi. Demam adalah gejala yang biasa dilaporkan dalam kasus virus corona ringan. Tapi, ketika suhu melewati titik tertentu, itu akan cenderung menjadi gejala yang fatal. Sebuah studi mengungkapkan pasien corona dengan suhu tubuh maksimum 40 derajat celcius memiliki risiko kematian 42 persen. 

Ruam seperti jaring-jaring

Ruam-ruam seperti jaring ini juga menjadi gejala yang memiliki risiko kematian tinggi. Ruam seperti jaring ini bisa menyebabkan masalah yang cukup serius. Dalam Journal of American Academy of Dermatology, ruam yang disebut Retiform Purpura hanya ditemukan pada pasien corona yang kritis. Kondisi ini memiliki risiko kematian 27 persen.

Gula darah tinggi

Pasien virus corona dengan diabetes yang sudah mereka miliki hampir empat kali lebih mungkin meningga daripada mereka yang enggak memiliki kondisi tersebut. Namun, bahkan di antara pasien tanpa diabetes, gula darah tinggi adalah prediktor signifikan kematian.

Pasien corona tanpa diabetes yang gula darahnya meningkat secara signifikan, risiko kematiannya meningkat hampir dua kali lipat diabandingkan pasien corona lainnya.

Baca Juga: Waspada! Penelitian Klaim Vape Meningkatkan Risiko Anak Muda Terinfeksi Virus Corona

Baca Juga: Wah! Lebih Rendah dari Rata-rata Dunia, 22 Provinsi Indonesia Berhasil Menekan Angka Kematian Akibat Corona

Gumpalan darah di kaki

Gumpalan darah di kaki ternyata juga menjadi gejala dengan risiko kematian yang tinggi. Penggumpalan darah yang enggak teratur sebagai salah satu komplikasi yang paling berpengaruh ke tubub dari infeksi corona. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Radiology mengungkapkan bahwa 38 persen subjek penelitian dengan virus corona yang mengalami pembekuan darah di kaki meninggal dunia.

Selalu jaga kesehatan, ya, Beauty!