ilustrasi tanda awal kehamilan (Thinkstock/Edited By HerStory)
Banyak calon Moms dan calon Dads yang berharap untuk segera mendapatkan momongan. Namun terkadang, langkah-langkah untuk mendapatkan momongan terganjal dengan banyak hal dan menjadi berliku-liku.
Menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Pondok Indah Jakarta, dr. Yassin Bintang, Sp.OG-KFER, M.Sc., ketika pasangan sudah setahun atau lebih kesulitan memperoleh keturunan, ia mendorong untuk segera mencari 'pertolongan'.
Kenapa? Satu hal penting yakni usia. Terutama usia si istri. Ya, saat usia istri sudah mencapai 35 tahun ke atas, kualitas sperma maupun sel telur mengalami penurunan. dr. Yassin menyarankan agar pasangan menjalani program hamil alias promil.
“Jadi, program hamil itu kira-kira adalah suatu rangkaian langkah, kegiatan atau serangkaian aktivitas yang dapat dilakukan oleh suatu pasangan agar bisa segera mendapatkan kehamilan. Nah tentu saja promil tiap orang itu beda-beda ya. Secara umum kita bisa membagi promil pada pasangan yang tidak memiliki masalah reproduksi atau tidak ada gangguan kesuburan, dan juga program hamil pada pasangan yang memiliki masalah gangguan kesuburan,” kata dr. Yassin, saat sesi Orami Parenting Classroom "Waspada Penyebab Sulit Hamil pada Pasutri!", sebagaimana dipantau HerStory, belum lama ini.
Lebih lanjut, dr. Yassin mengatakan, program kehamilan biasanya disarankan untuk membantu kehamilan antara lain, program kehamilan alami, inseminasi (intrauterine insemination) dan bayi tabung.
Lantas, apa saja sih Do dan Don’t bagi pasangan yang melakukan promil ini?
“Pertama Do-nya, kita menyarankan pasutri tersebut harus (berpikir) positif. Kedua harus terus update, dengan cara membanyak baca tentang program yang mereka jalankan. Ketiga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan, karena memang program hamil adalah salah satu terapinya bisa dikerjakan oleh dokter kandungan di mana pun ibu berada semuanya,” papar dr. Yassin.
Sementara, untuk Don’t-nya, dr. Yassin mengimbau pasutri untuk tak terjebak melakukan berbagai hal yang tidak pernah terbukti kebenarannya.
“Nah gimana biar gak terjebak? Banyak baca aja. Itu nggak butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan atau ngecek di era sekarang ini. Kalau udah tau hoax jangan dijalanin. Keempat, jangan terganggu dengan apa yang dikatakan oleh orang lain.Tetap ikhtiar aja, konsisten, komitmen. Prinsipnya, kalau gak hamil sekarang, hamilnya besok,” pungkas dr. Yassin.
Jadi, apakah Moms dan Dads tertarik untuk melakukan program hamil ini?
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: