Kamu mungkin sadar bahwa ada beberapa organ tubuh yang menjadi tempat berkembangnya bakteri baik. Salah satunya organ tubuh yang memiliki bakteri baik adalah vagina.

Komunitas bakteri secara ilmiah disebut sebagai mikrobiota atau mikrobiom. Menurut Jacques Ravel, seorang profesor dan direktur asosiasi genomik di Institute for Genome Sciences di University of Maryland School of Medicine, bakteri tersebut ada di seluruh tubuh, termasuk di dalam vagina.

"Mereka ada di semua area yang terpapar lingkungan atau bisa jadi ketika benda asing masuk, seperti dalam kasus usus," kata Ravel kepada HuffPost.

Baca Juga: Bukan Bau Ikan Asin! Inilah Aroma Organ Kewanitaan yang Harus Kamu Ketahui!

Baca Juga: Ngilu Banget! Miss V Ratu Kecantikan Waria Thailand Ini Bau dan Bernanah Usai Gagal Jalani Operasi

Dan sama seperti memiliki bakteri sehat yang berada di usus, bakteri di dalam vagina juga sehat dan bermanfaat. Salah satu jenis bakteri yang ditemukan di beberapa vagina adalah dari genus yang sama dengan bakteri dalam yogurt yang biasa dikonsumsi, yaitu bakteri lactobacillus.

"Setiap genus memiliki banyak spesies di dalamnya. Dan spesies spesifik lactobacillus yang dapat ditemukan di vagina berbeda dari spesies yang ditemukan di usus, saluran kemih dan beberapa yogurt," jelas Ravel.

Memiliki lactobacillus dalam vagina bisa mengurangi risiko terpapar infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore, dan HIV, serta kemungkinan lebih rendah untuk masalah lain, termasuk penyakit radang panggul.

Para ilmuwan berpikir hal itu terjadi karena dalam vagina ada bakteri lactobacillus yang menghasilkan banyak asam laktat sehingga dapat menurunkan tingkat pH vagina menjadi sekitar 3,5 atau 4 (yang membuatnya sangat asam). Dan lingkungan asam adalah lingkungan yang tidak bersahabat untuk infeksi.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

Baca Juga: Rawan Iritasi, Jangan Sembarangan Cukur Bulu Kemaluan Jika Tak Ingin Hal Ini Terjadi!

"Vagina adalah situs terbuka, seperti mulut atau apa pun, artinya kamu dapat memiliki banyak bakteri penyerang. Tetapi, lactobacillus, dengan membuat vagina menjadi asam, melindungi semua itu," terangnya.