Menu

Gaet Zumba, Jakarta Feminist Suarakan Pentingnya Wanita Pahami Isu Kekerasan dan Pelecehan Seksual

25 Maret 2022 18:58 WIB
Gaet Zumba, Jakarta Feminist Suarakan Pentingnya Wanita Pahami Isu Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Sesi foto peserta dan pembicara di acara bertajuk 'Stand Strong Against Sexual Harassment', Jumat (25/3/2022). (Riana/HerStory)

HerStory, Bogor —

Beauty, apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata pelecehan dan kekerasan seksual?

Ya, pelecehan dan kekerasan seksual bukanlah isu baru di dalam lingkungan sosial masyarakat Indonesia. Fenomena yang terus bergulir tersebut tercermin dari besaran angka kasus pelecehan dan kekerasan di Indonesia yang menunjukkan jumlah yang bertambah secara signifikan setiap tahunnya.

Dan, dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 lalu, Jakarta Feminist, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada isu gender yang berbasis interseksionalitas menggaet Zumba, bersama menyelenggarakan sebuah kegiatan virtual yang bertajuk Stand Strong Against Sexual Harassment pada Jumat (25/3/2022) sore.

Adapun, acara ini bertujuan untuk mendorong kesadaran tentang pelecehan seksual terhadap wanita, dan ciptakan ruang yang aman dan memberdayakan.

Sebagaimana kita ketahui Beauty, kerap kali kita sebagai wanita merasa tak aman terutama di keramaian karena adanya ancaman kekerasan dan pelecehan seksual, seperti di ruang publik termasuk transportasi umum, tempat keramaian, lingkungan rumah, tempat kerja, hingga tempat berolahraga atau pusat kebugaran.

Kejadian ini bahkan terjadi di tempat-tempat yang selama ini dianggap aman, seperti lingkungan pendidikan. Sulitnya menyuarakan dan membuktikan kejahatan ini menjadi sebuah tekanan bagi yang mengalaminya. Ditambah, dengan kurangnya jaminan perlindungan hukum dan masih ada bagian masyarakat yang menganggap bahwa pelecehan seksual merupakan hal yang biasa.

“Pelecehan seksual dan kekerasan berbasis gender masih terlalu sering terjadi di ruang publik, termasuk di tempat kebugaran dan olahraga. Sudah tahun 2022 tetapi pelecehan masih dianggap sebagai hal yang wajar. Kami mengajak semua orang – baik individu maupun kelompok dan perusahaan – untuk turut andil dalam mencegah pelecehan dan kekerasan. Kita semua memiliki peran di sini,” ujar Direktur Program Jakarta Feminist, Anindya Restuviani.

Baca Juga: Nama Anak Denada Diganti! Ternyata Ini Alasannya

Baca Juga: Waduh, Denada Curhat Soal Sulitnya Dapatkan Obat Kanker di Indonesia

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.