Pandemi virus corona atau Covid-19 belum juga berakhir, termasuk di Indonesia. Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa pandemi virus corona ini merupakan situasi kesehatan darurat global paling gawat yang pernah dihadapi oleh WHO. 

Seperti dilansir dari BBC pada Selasa (28/7/2020), Tedros Adhanom mengatakan bahwa ia akan mengadakan kembali komite darurat WHO minggu ini untuk meninjau lebih lanjut.

Ada lima keadaan darurat kesehatan global lainnya, yaitu Ebola (dua wabah), Zika, polio, dan flu babi. Kasus pasien yang positif terinfeksi virus corona di dunia sudah lebih dari 16 juta jiwa. Data tersebut didapatkan dari laporan sejak Januari 2020. Angka kematian pun sudah mencapai angka 650.000 jiwa.

Baca Juga: Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Virus Corona, IDI: Obat Apapun Harus Ada Pembuktian Ilmiah!

Baca Juga: Wow, Tambah 1.815 Kasus Positif Corona Per 5 Agustus 2020! Ini 5 Provinsi yang Sumbang Angka Tertinggi...

"Ketika saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari, ada kurang dari 100 kasus di luar Tiongkok, dan tak ada kematian," kata Tedros.

"Covid-19 telah mengubah dunia kita. Virus ini telah membuat orang, komunitas, dan bangsa bersatu, dan membuat mereka terpisah," sambungnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa lockdown lebih lanjut di negara-negara yang mengalami wabah baru mungkin diperlukan. Tapi, mereka menyarankan harus sesingkat mungkin dan terbatas pada area geografis sekecil mungkin.

"Semakin kita memahami tentang virus ini, semakin banyak operasi yang bisa kita lakukan dalam mengendalikannya," kata Direktur Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan. 

Baca Juga: Soal Obat Herbal Corona Hadi Pranoto, Kemenristek: Dia Bukan Anggota Penelitian Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19

Baca Juga: Wah, Kemenkes Jelaskan 4 Tahap Uji Klinis Vaksin Virus Corona! Apa Saja Ya?