Menu

Kasian! Wanita ini Sudah 20 Tahun Pergi Keluar Rumah Menggunakan Helm, Begini Kisahnya!

Virgilery Levana
29 Juli 2020 14:20 WIB
Kasian! Wanita ini Sudah 20 Tahun Pergi Keluar Rumah Menggunakan Helm, Begini Kisahnya!

Fatima Ghazaoui. (Wolipop.com/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Seorang wanita yang diketahui bernama Fatima Ghazaoui mengatakan bahwa dia sudah 20 tahun menggunakan sebuah helm yang mirip dengan helm ruang angkasa karena dirinya memiliki penyakit yang cukup langka.

Menurut sebuah artikel yang dikutip dari Metro (28/07/2020), penyakit ini baru disadari oleh kedua orangtua Fatima ketika dirinya berusia dua tahun. Mereka melihat bahwa ditubuh Fatimah muncul bintik-bintik berwarna merah dengan jumlah yang banyak. Karena merasa khawatir akhirnya mereka memeriksakan kondisi Fatima dan akhirnya Fatima didiagnosis terkena Xeroderma Pigmentosum.

Penyakit yang diderita Fatima merupakan penyakit yang bisa membuat kulit penderitanya enggak bisa memperbaiki dirinya sendiri setelah terkena paparan sinar ultra violet dan juga bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan menua. Selain itu, kulit Fatima akan mudah terbakar apabila terkena sinar matahari dan bisa membuat dirinya terkena kanker kulit ataupun mata.

Hal ini yang akhirnya membuat Fatima lebih sering beraktifitas di malam hari. Dia juga menggunakan tabir surya SPF 90 yang akan selalu dia gunakan setiap satu jam setiap harinya. Bahkan ketika di rumah Fatimah sendiri harus dipasangkan filter UV khusus di setiap jendelanya.

"Saya didiagnosis dengan penyakit ini ketika saya berusia dua tahun. Sebenarnya, sebelumnya saya sudah pergi ke dokter tetapi dia tidak bisa mendiagnosis masalah kesehatan saya, setelah itu saya pergi ke dokter lain dan akhirnya saya didiagnosis dengan Xeroderma Pigmentosum. Saya jarang keluar di siang hari tetapi, jika harus, saya harus memakai apa yang saya sebut helm NASA serta sarung tangan untuk melindungi diri dari sinar matahari," jelas Fatima.

Pada awalnya, Fatimah enggak bisa menerima kondisi dirinya sendiri, dia bahkan harus berhenti bersekolah karena paparan matahari yang terlalu tinggi pada usianya yang ke-13 tahun. Namun, akhirnya sedikit demi sedikit Fatimah mencoba memahami penyakitnya sendiri di usianya yang ke-16 tahun.

Ketika mencari tahu mengenai penyakitnya, Fatimah menemukan bahwa penyakitnya tersebut sangat beresiko yang bisa menyebabkan kematian. Hal ini yang akhirnya memaksa Fatimah untuk keluar harus dengan menggunakan helm yang mirip dengan helm ruang angkasa untuk melindungi dirinya.

Sayangnya, hingga kini belum ditemukan obat yang cocok untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Fatimah. Menurut NHS di Inggris hanya 70i penderita penyakit ini yang bisa hidup di atas usia 40 tahun.

"Saya sangat optimis sehingga saya yakin bisa menginspirasi banyak orang untuk mengatasi penyakit ini. Keluarga saya sangat mendukung, mereka selalu bangga pada saya. Saya ingin memberi tahu orang-orang untuk hidup setiap hari seolah itu yang terakhir, apa pun yang terjadi, hidup ini singkat sehingga orang harus menjalani sepenuhnya," jelas Fatima.