Tak pandang bulu, virus corona bisa menginfeksi siapa saja. Namun, baru-baru ini ada penelitian yang mengungkapkan antara virus corona dengan obesitas. Apakah obesitas meningkatkan risiko terinfeksi virus corona?

Hormon yang menghubungkan metabolisme tubuh dan sistem respons imun dapat menjelaskan mengapa COVID-19 sangat berbahaya bagi penderita obesitas.

"Masalah bagi orang dengan obesitas adalah bahwa kadar leptin mereka selalu tinggi, dan itu dapat memengaruhi respon terhadap infeksi COVID-19," kata Candida Rebello, Ph.D., RD, penulis utama sebuah makalah baru yang melacak hubungan antara obesitas dan virus seperti dikutip dari MedicalXpress (29/7/2020).

Untuk diketahui bahwa hormon leptin mengatur nafsu makan dan metabolisme. Leptin juga mengatur sel-sel yang melawan infeksi. Leptin diproduksi oleh sel-sel lemak, dan pada tingkat lebih rendah oleh jaringan di paru-paru. Semakin banyak lemak yang dimiliki seseorang, semakin banyak leptin yang beredar di tubuh.

Baca Juga: Mengenal Sputnik V, Vaksin Corona Pertama di Dunia Asal Rusia

Baca Juga: Berada di Bawah Rata-rata Dunia, Ini Strategi Satgas Penanganan COVID-19 Tekan Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia

Dr. Rebello menjelaskan bahwa peningkatan kadar leptin dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, di paru-paru dan di tempat lain. Kadar leptin yang tinggi meningkatkan kondisi inflamasi sistemik tingkat rendah.

"Jika kamu memiliki obesitas, ada sejumlah masalah kesehatan yang mendasarinya yang membuat kamu lebih sulit melawan infeksi COVID-19," kata John Kirwan, Ph.D., Direktur Eksekutif Pennington Biomedis dan rekan penulis ulasan.

"Seluruh tubuh, termasuk paru-paru, bisa meradang. Respons kekebalan tubuhmu kemungkinan besar terganggu, dan kapasitas paru-paru berkurang. Selain itu, virus yang semakin melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, yang dapat membatasi kemampuan tubuh untuk mengendalikan peradangan paru-paru," sambungnya.

Untuk itu, para pengembang vaksin COVID-19 harus mempertimbangkan keadaan immunocompromised akibat obesitas. Para peneliti mengatakan peran leptin dalam pengembangan COVID-19 sedang diselidiki bersama dengan protein virus yang mengubah sistem kekebalan tubuh orang dengan obesitas.

Baca Juga: Waspada! Penelitian Klaim Vape Meningkatkan Risiko Anak Muda Terinfeksi Virus Corona

Baca Juga: Wah! Lebih Rendah dari Rata-rata Dunia, 22 Provinsi Indonesia Berhasil Menekan Angka Kematian Akibat Corona

Potensi penyelidikan lainnya termasuk memeriksa bagaimana jaringan lemak proinflamasi pada orang dengan obesitas dapat berkontribusi untuk mengaktifkan lebih sedikit sel yang melawan infeksi dan mengapa sel-sel itu mati lebih cepat.