Menu

Jangan Diabaikan Ya! Ternyata Ini Lho Vaginosis Bakterial, Bakteri Penyebab Bau Amis Vagina dan Cara Musnahkannya!

30 Maret 2022 10:45 WIB
Jangan Diabaikan Ya! Ternyata Ini Lho Vaginosis Bakterial, Bakteri Penyebab Bau Amis Vagina dan Cara Musnahkannya!

Ilustrasi Vagina (Pexel/Cliff Booth)

HerStory, Jakarta —

Kini, para ilmuwan sudah menemukan hubungan antara seks oral dengan vagina bau amis. Ternyata, kedua hal itu memiliki keterkaitan satu sama lain lho. Tim peneliti dari University of California menjelaskan bahwa ternyata saat melakukan seks oral, risiko vagia berbau amis atau vaginosis bakterial (BV) bisa meningkat.

BV sendiri merupakan penyebab utama keputihan berlebih yang dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual seperti klamidia.

Dikatakan Kementerian Kesehatan Inggris atau NHS, gejala vaginosis bakterial yang paling umum adalah keputihan tak biasa serta memiliki bau amis yang kuat, terutama setelah berhubungan seks.

"Anda mungkin melihat perubahan pada warna dan bentuk cairan, seperti menjadi putih keabu-abuan, encer, dan berair," imbau NHS dikutip dari Mirror.

Para ilmuwan menilai, BV sangat umum terjadi. Namun hingga saat ini penyebabnya masih belum jelas. Dalam sebuah studi, peneliti melakukan eksperimen pada tikus dan spesimen vagina manusia.

Pertama, tikus diobati dengan Fusobacterium nuleatum, bakteri yang ditemukan di mulut dan dikaitkan dengan penyakit gusi. Hasilnya terungkap bahwa paparan itu meningkatkan aktivitas biokimia yang terkait dengan BV.

Selanjutnya, spesimen vagina manusia dari 21 perempuan terpapar bakteri tersebut dan hasilnya kembali menunjukkan peningkatkan risiko BV.

"Eksperimen mengarah pada penemuan bahwa Fusobacterium nucleatum tidak bertindak dalam hubungan satu arah yang sederhana dengan bakteri lain. Tetapi mungkin berpotensi mendorong disbiosis (ketidakseimbangan mikroba) pada vagina yang rentan," kata pemimpin penelitian Kavita Agarwal.

Ia menambahkan, fusobacterium dibantu bakteri yang mirip BV dan menghasilkan enzim yang disebut sialidase. Kemudian memungkinkan Fusobacterium mengonsumsi asam sialat dari lendir yang diproduksi oleh inang.

Pada manusia, fusobacterium dapat ditemukan di mulut dan tumbuh berlebih di plak gigi. Para peneliti menduga mungkin bakteri itu tersebar selama seks oral, yang telah diidentifikasi dalam beberapa studi klinis sebagai faktor risiko BV.

NHS merekomendasikan untuk konsultasi ke dokter umum jika curiga mengalami BV. "Bakterial vaginosis biasanya diobati dengan tablet atau gel atau krim antibiotik. Ini diresepkan oleh dokter umum atau klinik kesehatan seksual," kata Agarwal.

Baca Juga: Pakai Panty Liner Setiap Hari, Aman Enggak Ya?

Baca Juga: Kenali Ini Penyebab Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Oleh: Azka Elfriza