Beauty, tahukah kamu tentang Aisyah, istri Nabi Muhammad? Kalau kamu yang beragama Islam pasti tahu Aisyah, ya. Tapi tahukah kamu kalau Aisyah adalah istri Nabi Muhammad yang paling banyak meriwayatkan hadis?

Dilansir dari berbagai sumber, inilah 5 fakta penting tentang Aisyah, istri Nabi Muhammad:

1. Ummu Al-Mu'minin

Aisyah binti Abu Bakar adalah salah satu istri Nabi Muhammad. Ia adalah putri Abu Bakar (khalifah pertama), hasil dari pernikahan dengan isteri keduanya, yakni Ummi Ruman. Dalam tradisi Islam, Aisyah kerap dijuluki sebagai ummu al-mu'minin yang artinya ibu orang-orang Mukmin. Ia dianggap sebagai sumber otoritatif dari banyak hadis yang membicarakan kehidupan pribadi Nabi Muhammad.

Baca Juga: Tenaga Medis Berikut Ini Bersama-sama Mengunggah Foto dengan Bikini sebagai Bentuk Protes Terhadap Penelitian Seksis!

Baca Juga: Stop! Mendekati Wanita Bukan Pakai 3 Cara Ini!

2. Aisyah adalah satu-satunya istri Nabi Muhammad yang saat dinikahi berstatus perawan. Sedangkan istri-istri Nabi Muhammad yang lain adalah janda

Aisyah dilahirkan empat atau lima tahun setelah Muhammad diutus menjadi Rasulullah. Ketika Abu Bakar merasa putrinya sudah cukup umur untuk dinikahkan, ia memilih Jubayr bin Mut’im. Tapi pernikahan tersebut batal. Ayah Jubair, Mut‘im bin ‘Adi, menolak Aisyah lantaran Abu Bakar telah memeluk Islam. Istri Mut’im bin Adi mengatakan enggak mau keluarganya mempunyai hubungan dengan kaum Muslim yang dapat menyebabkan Jubair berpindah ke agama baru itu.

3. Ditentang Kaum Syiah

Menurut Kecia Ali dalam The Lives of Muhammad (2014) (menurut Hisham ibn ‘Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang Rasulullah SAW pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada umur 9 tahun. Aisyah menjadi istri ketiga Nabi Muhammad setelah Khadijah dan Saudah binti Zam’ah. Tapi sebenarnya terdapat berbagai pendapat mengenai pada umur berapa sebenarnya Nabi Muhammad menikahi Aisyah. Sebagian besar hadis (termasuk sahih Bukhari dan sahih Muslim) menyatakan bahwa upacara perkawinan tersebut terjadi ketika Aisyah berusia 6, dan ia diantarkan memasuki rumah tangga Nabi Muhammad sejak umur 9. Tapi pendapat pakar menyebut setidaknya Aisyah berumur 19 saat menikah dengan Nabi.

4. Aisyah adalah istri Nabi Muhammad yang paling banyak meriwayatkan hadis

Dalam buku Women’s Rebellion & Islamic Memory (1996), Fatima Mernissi menjelaskan bahwa Aisyah menghasilkan hadis lebih banyak daripada Ali bin Abu Thalib. Ia mengutip pendapat Ibn Hajar, pengarang tujuh belas jilid Fath al-Bari, bahwa Ali hanya meriwayatkan 29 hadis, sementara Aisyah meriwayatkan 242 hadis. Sedangkan menurut Ibn Hajar, Fatimah (anak Rasullah SAW) nggak menyumbangkan apa-apa, meski ia adalah putri Nabi Muhammad dan istri Ali.

5. Aisyah mengobarkan perlawanan terhadap Ali bin Abu Thalib setelah Nabi Muhammad wafat

Kaum Syiah memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ali dan hal itu karena mereka cenderung menentang Aisyah. Bahkan di era modern, ideologi Syiah masih masyhur, Ali Syariati dari Iran berpendapat bahwa wanita Muslim yang ideal adalah Fatimah, putri Rasulullah, yang enggak memainkan peranan politik yang nyata dalam Islam.

Baca Juga: Hebat! Inilah Wanita Pertama yang Menalukkan Seven Summist!

Baca Juga: Wow! Gak Cuma Jadi Wanita Pertama di Polres Malang, Inilah 5 Fakta Menarik Diyana Suci!

Bagi kaum Syiah, Aisyah adalah antimodel. Ia dicitrakan sebagai wanita yang menyeramkan. Kaum wanita, bagi kaum Syiah, harus berpuas diri seperti Fatimah, dengan menjadi ibu yang baik, anak wanita yang baik, dan istri yang baik.

Di Mesir, Sa’id al-Afghani menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menulis biografi Aisyah. Pada bab pendahuluan dan simpulannya, al-Afghani mengatakan bahwa dia melakukan hal itu untuk membuktikan bahwa kaum wanita harus dihalangi dari kancah politik. Bukunya, Aisha and Politics (1971), merupakan suatu susunan yang sistematis dari seluruh karya konservatif mengenai kaum wanita.

Aisyah menganjurkan pembangkangan, ia memimpin pasukan ke medan perang sebagai penentang Khalifah Ali bin Abu Thalib pada 4 Desember 656 Masehi (36 Hijriah). Atas tindakannya itu, menurut Charis Waddy dalam Wanita dalam Sejarah Islam (1987), Aisyah ikut membantu jatuhnya sang khalifah. Salah satu akibat pertentangan Ali-Aisyah adalah terpecahnya kaum Mukmin menjadi Syiah dan Sunni.

6. Takziah terbanyak

Aisyah wafat pada Senin malam, 17 Ramadan 58 Hijriyah atau (13/07/678), saat melaksanakan salat sunah witir. Hal ini disampaikan menurut mayoritas ulama. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa ia wafat pada tahun 57 H dalam usia 63 tahun, sekian bulan. Para sahabat Ansar yang berdatangan bahkan nggak pernah menemukan satu hari pun yang lebih banyak orang bertakziah daripada hari itu, sampai-sampai penduduk sekitar Madinah turut berdatangan. Aisyah dikuburkan di permakaman Baqi’. Salat jenazahnya diimami Abu Hurairah dan Marwan bin Hakam yang saat itu adalah Gubernur Madinah.

Jadi itulah sepenggal kisah tentang Aisyah, Istri Nabi Muhammad yang harus kamu ketahui, Beauty!