Pandemi virus corona belum juga berakhir dan ancaman gelombang kedua mulai hadir. Gelombang kedua virus corona disebut-sebut akan sangat berbeda dengan gelombang pertama. Mengapa begitu? Apa yang membuatnya berbeda?

Pada gelombang pertama, virus corona disebut lebih rentan menyerang orang dengan usia lanjut. Namun, kini gelombang kedua virus corona disebut-sebut akan menyerang orang yang jauh lebih muda. 

Dilansir dari The Sun, Profesor Kirby memperingatkan bahwa gelombang pertama virus corona secara tak proporsional memengaruhi orang tua, orang dengan masalah kesehatan mendasar dan etnis minoritas. Sementara itu, gelombang kedua virus corona akan memiliki dampak yang berbeda.

Baca Juga: Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Virus Corona, IDI: Obat Apapun Harus Ada Pembuktian Ilmiah!

Baca Juga: Wow, Tambah 1.815 Kasus Positif Corona Per 5 Agustus 2020! Ini 5 Provinsi yang Sumbang Angka Tertinggi...

Selanjutnya, Profesor Kirby juga menjelaskan bahwa situasi sekarang sama seperti kasus selama pandemi Flu Spanyol pada 1918 yang memakan hampir 50 juta jiwa. 

"Musim dingin akan datang dan hampir pasti ada gelombang kedua virus corona ini. Situasi yang kami lihat pada tahun 1918 adalah perubahan virus dan gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Hal itu memengaruhi sekelompok orang yang ebrbeda, terutama orang yang lebih muda," jelas Profesor Kirby.