Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock/Edited By Herstory)
Bagi pasangan suami istri, hubungan seks sering dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memuskan. Namun, kenyataanya tak selalu apa yang kamu pikirkan.
Mungkin ada saat-saat ketika rasa sakit berhubungan seks bisa merusak suasana intim dan semua kesenangan saat di ranjang, hal ini membuat kamu dan pasangan gagal mencapai klimaks.
Hampir 3 dari 4 wanita di dunia mengalami nyeri selama melakukan hubungan intim sesekali selama hidup mereka. Keluhan sakit saat berhubungan seks ternyata bukan masalah di ranjang yang semata terbatas pada perempuan, karena banyak pria juga melaporkan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks.
Berikut ini adalah alasan paling umum kamu mungkin merasa sakit saat berhubungan seks, seperti dilansir dari laman JPNN.com.
Berhubungan seks ketika kamu tak sepenuhnya dilumasi bisa membuat kamu merasa sangat nggak nyaman. Untungnya, ada perbaikan yang cukup mudah. Jika kamu tak merasa terangsang secara alami, maka kamu bisa habiskan lebih banyak waktu untuk pemanasan.
Tetapi bahkan dengan pemanasan, beberapa wanita membutuhkan sedikit bantuan tambahan (dan itu sama sekali tak masalah). Cairan pelumas yang berbasis air (alias diformulasikan tanpa minyak) jika kamu menggunakan kondom.
Penyebab utama lain dari nyeri sementara adalah produk perawatan pribadi tertentu. Ini termasuk krim dan semprotan dan iritasi kontak seperti sabun. Produk-produk ini seringkali penuh dengan bahan kimia yang bisa mengiritasi kulit super sensitif pada vulva kamu dan di dalam daerah kewanitaan kamu.
Infeksi ragi dan infeksi saluran kemih bisa membuat seks benar-benar tak nyaman. Sementara hal-hal ini umumnya mudah diobati sendiri, mereka bisa diperburuk (atau pertama-tama di perlihatkan) dengan seks.
Dokter kemungkinan akan menyarankan kamu untuk tak melakukan hubungan seks saat kamu sedang dirawat karena infeksi.
Jika rasa sakit tak sembuh, jangan takut untuk kembali ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut. Jika ada rasa sakit di kandung kemih dan itu konsisten maka hal itu harus benar-benar di konsultasikan ke dokter.
Kedua masalah ini terutama kembung bisa menyebabkan nyeri panggul saat berhubungan seks. Tetapi, mereka biasanya berumur pendek. Jika ini masalah yang konsisten, beri tahu dokter.
Delapan puluh persen dari nyeri seksual yang konsisten pada wanita (pra-menopause) disebabkan oleh vestibulodynia. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit ketika area sensitif diprovokasi dengan cara apa pun, baik seksual maupun tidak, bahkan oleh tampon.
Otot-otot di daerah kewanitaan kamu mungkin tegang karena vestibulodynia, tetapi juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius seperti cystitis interstitial atau sindrom kandung kemih yang menyakitkan.
Kondisi ini bisa menyebabkan otot menjadi pendek atau terlalu aktif, karena mereka bereaksi terhadap masalah lain dalam tubuh kamu.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di JPNN.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.