ilustrasi pasangan selingkuh (Pinterest/Fitriana Gozel)
Perselingkuhan belakangan ini sudah bukan menjadi hal yang mengagetkan. Kamu mungkin mengenal atau bahkan pernah jadi korban tukang selingkuh. Permintaan maaf atau penyesalan semata gak bisa jadi jaminan orang tersebut tak akan selingkuh lagi.
Selingkuh bila dilihat dari sudut pandang psikologis merupakan suatu perilaku rumit yang didasari oleh alasan yang berlapis-lapis. Ketahuan oleh pasangan saja tak akan membuatnya kapok.
Kamu perlu memahami lebih jauh apa yang ada dalam pikiran si tukang selingkuh. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang langganan selingkuh.
Ada juga alasan selingkuh yang umum ditemui. Yaitu merasa bahwa ada yang kurang dari pasangan.
Sebagai contoh, kamu mengira pasangan cuma cinta kamu karena harta. Kamu pun mencari sosok lain yang bisa menghargai sisi lain dalam dirimu, misalnya sifat humoris.
Banyak orang yang langganan selingkuh ternyata juga seorang maniak. Jadi perselingkuhan di sini adalah gejala dari gangguan yang serius, yaitu maniak.
Orang-orang seperti ini tidak bisa mengendalikan kebutuhan biologis yang begitu besar, meskipun sudah memiliki pasangan. Maka meski dia sudah pernah ketahuan selingkuh, seorang maniak akan tetap selingkuh lagi di kesempatan berikutnya.
Misalnya pasangan adalah orang yang nyaris sempurna atau jauh lebih sukses dari kamu. Lama-lama kamu justru merasa minder dan akhirnya mencari sosok lain yang bisa membuat kamu merasa lebih baik.
Inilah mengapa kadang orang berselingkuh dengan seseorang yang sepertinya tak lebih baik dari pasangannya sendiri.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.