Beauty yang sudah menikah, pastinya kamu tahu betul begitu banyak hal yang dapat memicu retaknya hubungan rumah tangga. Bahkan, saat hubunganmu dengan suami baik-baik aja, bisa hancur seketika oleh gangguan-gangguan yang kerap dianggap sepele.

Gangguan itu datang enggak cuma dari kamu maupun suami, melainkan dari orang sekitar. Ya, orang-orang yang mencampuri urusan rumah tanggamu selama ini.

Tanpa kamu sadari, banyaknya orang yang mencoba ikut campur urusan rumah tangga, bisa menjadi malapetaka dan membawa hubunganmu ke ujung jurang. Yang artinya, kalau enggak segera diselamatkan bisa saja hubungan rumah tangga yang tekah kamu pertahankan selama ini harus berakhir begitu saja.

Beauty, sedikitnya ada lima pihak yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga lho! Kalau gangguan ini terus terjadi, kamu tinggal menghitung mundur bom perceraian yang akan segera meledak menunggu waktu.

Mengutip dari laman sindikasi Muslimah DailySelasa (4/8/2020), berikut lima penggangu dan penghancur hubungan rumah tangga menurut Islam yang perlu kamu waspadai.

Syaitan

Syaitan enggak cuma menggangu manusia untuk melanggar perintah Allah SWT. Syaitan juga enggak suka melihat pernikahan yang berjalan harmonis dan bahagia. Bahkan, katanya para syaitan bisa mendapat kedudukan tertinggi di kalangan bangsa iblis kalau mampu membuat pasangan suami dan istri bercerai.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu ia mengutus pasukannya. Yang paling dekat kedudukannya dari singgasana iblis adalah yang paling besar godaannya (pada manusia). Salah satu pasukannya datang (kepada iblis) lalu berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ 

Iblis lalu berkata, ‘Kamu belum berbuat apa-apa.’ Datang (lagi) salah satu dari mereka lalu berkata, ‘Aku tidak tinggalkan ia (manusia) hingga aku memisahkan antara ia dan istrinya.’ Iblis mendekatkannya dan berkata, ‘Kamu bagus’.” ( HR. Muslim dan Ahmad).

Ipar

Dalam Islam, Ipar atau saudara pasangan sering kali dianggap sebagai mahram. Dengannnya, ipar sering kali berlama-lama di rumah saudaranya yang telah menikah atau bahkan pergi berdua dengan suami atau istrinya.

Hingga saat ini banyak ditemukan fenomena seorang suami yang mencintai adik dari istrinya atau sebaliknya. Hal ini terjadi karena ipar seringkali dianggap saudara, sehingga pasangan merasa terbiasa dan enggak menganggapnya potensial membawa masalah. Beauty, bisikan syaitan yang dahsyat bisa saja menggoda pasangan melalui pintu ipar.

Rasulullah pernah bersabda, “Berhati-hatilah saat kalian masuk kepada para wanita (maksudnya memasuki tempat wanita).” Lalu seorang sahabat Anshar bertanya, “Bagaimana dengan ipar?” Rasulullah menjawab, “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud maut di sini yaitu mampu membawa masalah atau mampu membinasakan.

Mertua

Bukan hal yang mengherankan ketika mertua menjadi pengganggu pernikahan anaknya. Enggak jarang ditemui seorang mertua yang berlebihan membela anaknya dan terus saja merasa memiliki anaknya tersebut. Mereka seolah enggak rela ketika wanita lain merebut perhatian putranya, atau melihat anak wanitanya tampak hidup menderita setelah bersuami.

Mirisnya, campur tangan mertua ini justru sering kali disebabkan oleh putra atau putrinya sendiri yang selalu mengadu, atau membocorkan rahasia pernikahannya. Padahal mertua bukanlah solusi dari masalah rumah tangga, melainkan masalah rumah tangga itu sendiri. 

Tapi Beauty, enggak semua mertua merupakan problem maker di dalam pernikahan anaknya. Bersyukurlah bagi mertua yang memiliki sifat bijak. Mertua seperti ini justru menjadi peneduh pernikahan anak-anaknya dan penasihat yang dibutuhkan di kala rumah tangga berada dalam masalah.

Mertua seperti ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Suatu hari terjadi masalah rumah tangga Fatimah binti Rasulullah Radhiyallahu ‘anha dan suaminya, Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Ali marah pada Fatimah hingga ia keluar menuju masjid dan berbaring di sana.

Rasulullah kemudian melihat Ali dan menyapu debu yang ada di punggung anak mantunya itu. Rasulullah kemudian meminta Ali untuk duduk dan memberikan nasihat yang menyejukkan. Ali dan Fatimah pun kembali harmonis karenanya.

Pendengki

Enggak cuma syaitan, ternyata di luar sana terdapat orang yang iri melihat pernikahan bahagia dan dengki hingga menginginkan pernikahan itu hancur. Mereka biasanya adalah pihak ketiga yang memiliki perasaan enggak halal pada salah satu pasangan. Gampangnya, pelakor.

Banyak cara yang bisa dilakukan pihak ketiga ini. Ia sangat mampu berkata dusta dan mengadu domba antara suami dan istri. Rasulullah bersabda, “Barang siapa merusak istri seseorang atau budaknya, ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Ahmad).

Sahabat

Salah memilih teman juga bisa berdampak pada kehancuran rumah tangga. Pasalnya, seorang istri ataupun suami sering kali curhat masalah pernikahannya pada teman atau sahabatnya.

Kalau ia memiliki sahabat yang berakhlak buruk, sudah pasti saran yang dikeluarkan adalah hal-hal buruk. Jadi, pilihlah sahabat yang berakhlak baik, yakni sahabat yang mampu memberikan nasihat pernikahan dan memperingatkan akan jeleknya perceraian.

Rasulullah bersabda, “Seseorang mengikuti agama (perangai) teman bergaulnya, maka hendaknya seorang dari kalian melihat orang yang ia jadikan teman.” (HR. At Tirmidzi dan Abu Dawud).

Lebih buruk lagi, yang sering kali terjadi di tengah masyarakat adalah seorang suami bersahabat dengan wanita yang bukan mahram dan sebaliknya.

Hal ini bahkan berdampak jauh lebih buruk dari hal di atas. Syaitan sangat mudah membisikkan benih cinta pada sahabatnya itu saat terjadi perselisihan dengan pasangan di rumah. Dengannya, persahabatan mampu menjadi perselingkuhan. 

Baca Juga: Gaji Rp3 Juta? Kelola Keuangan Keluarga dengan Cara Ini!

Naudzubillah, jangan sampai ya, Beauty!