Ilustrasi kebersihan Miss V (Pinterest/Edited by HerStory)
Vagina memang memiliki aroma yang khas. Aroma vagina akan berbeda selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause. Selain itu, aroma vagina akan lebih kuat, setelah berhubungan intim atau berolahraga.
Meski begitu, masih ada saja wanita yang merasa minder dan nggak percaya diri akibat bau vagina. Padahal, bau vagina yang normal gak perlu dikhawatirkan, karena akan hilang dengan sendirinya.
Namun,ketika vagina memiliki bau yang kuat dan gak sedap, dan terus berlanjut selama berhari-hari, itu bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.
Biasanya, penyebab umum dari bau vagina yang tidak normal adalah karena bakteri vaginosis, trikomoniasi dan kebersihan yang buruk.
Untuk menghindari bau vagina tersebut, kamu perlu menjaga kebersihan dan melakukan lima tips ini.
Menurut Spesialis Panggul Wanita dan Bedah Rekonstruksi, Ingber mengatakan bahwa apa yang kamu makan dan minum akan masuk sekresi mukosa, sehingga memengaruhi bau mulut, keringat sampai aroma vagina.
Terapis seks, Angela Watson juga mengatakan bahwa makanan yang memengaruhi bau keringat dan urine dapat mengubah sekresi dari vagina, sehingga memengaruhi aromanya.
Bawang putih, bawang merah, makanan dan minuman bergula, susu dan daging merah adalah contoh makanan dan minuman yang memengaruhi aroma vagina.
Dikutip dari laman Healthline, wanita tidak disarankan untuk membersihkan bagian dalam vagina.
Akan tetapi, para wanita harus rutin membersihkan vulva atau bagian luar vagina. Bagian vulva termasuk, kelentit, kap klitoris, labia bagian dalam dan labia bagian luar.
Kamu cukup menggunakan air bersih untuk mencuci area vulva, gunakan jari-jari atau waslap bersih untuk merentangkan labia untuk membersihkannya. Kemudian, bersihkan atau gosok lipatan vulva secara lembut menggunakan air hangat.
Sebuah penelitian berjudul Genital hygiene behaviors and practices: A cross-sectional descriptive study among antenatal care attendees, menunjukkan bahwa wanita yang memakai pakaian berbahan katun, memiliki tingkat bacterial vaginosis lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian terbuat dari bahan sintetis dan ketat.
Bahan katun bersifat elastis dan mampu menyerap keringat. Sifat bahan katun ini membantu vagina untuk mendapat sirkulasi udara dan mencegah keringat terkunci di area vagina, yang dapat menimbulkan aroma tidak sedap.
Perlu diketahui bahwa kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dapat mengubah aroma keringat. Hal yang sama berlaku untuk aroma vagina.
Keduanya bahkan membuat vagina berbau lebih asam, pahit, atau basi dari biasanya. Coba hentikan kebiasaan ini, dan lihat perbedaannya setelahnya.
Coba perhatikan, umumnya urine akan berbau lebih kuat saat kurang minum dan sedikit berbau atau tidak berbau sama sekali ketika tubuh terhidrasi.
Ternyata, hal ini juga berlaku pada aroma vagina. Jadi, pastikan untuk rutin minum air putih setiap hari.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.