Menu

Pemerintah Gratiskan Vaksin Kanker Serviks tapi Gak Semua Wanita Kebagian, Ini Alasannya

22 April 2022 12:45 WIB
Pemerintah Gratiskan Vaksin Kanker Serviks tapi Gak Semua Wanita Kebagian, Ini Alasannya

Vaksin kanker serviks. (iStockphoto/CatLane)

HerStory, Medan —

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkapkan bahwa pemberian vaksin HPV atau vaksin kanker serviks gratis memprioritaskan anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Kanker serviks sendiri merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak nomor dua setelah kanker payudara di Indonesia.

Data GLOBOCAN pada tahun 2018 menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia mengalami 32.469 kasus atau 17,2 persen dengan angka kematian 18.279 atau 8,8 persen.

Dijelaskan Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, bahwa dengan memvaksinasi anak perempuan usia antara 10 hingga 13 tahun, maka cukup hanya diberikan 2 dosis vaksin human papilloma virus atau vaksin HPV.

"Sementara kalo kita berikan saat usianya belum 13 tahun, pemberiannya cukup 2 kali dosis dan efektif," ujar Prima saat dihubungi suara.com, Selasa (19/4/2022).

Ia mengatakan saat ini belum ada vaksin kanker serviks gratis untuk perempuan di atas usia 13 tahun, karena membutuhkan 3 dosis vaksin HPV. Oleh karena itu, Kemenkes ingin lebih dulu fokus kepada usia anak perempuan yang lebih efektif untuk menerima vaksin pencegah kanker serviks.

"Saat ini kami hanya mengambil usia yang belum menginjak 13 tahun karena studi yang lalu, jika usianya sudah berada di atas 13 tahun, maka pemberiannya harus 3 kali dosis vaksin. Jadi ya kita berhemat 1 dosis, karena itulah kita ngejar di usia segitu," tutur Prima.

Vaksin HPV dinilai efektif berikan pada anak perempuan saat mereka belum melakukan hubungan seksual, penetrasi penis ke vagina.

Pasalnya virus HPV bisa masuk ke rahim dan bisa menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim lewat hubungan seksual. Penyakit ini merupakan salah satu kanker dengan tingkat keganasan 90 persen, sehingga sangat berisiko sebabkan kematian.

Usia 10 hingga 13 tahun juga dinilai ideal, karena pada masa itu sebagian besar anak perempuan Indonesia baru memasuki masa pubertas. Sehingga belum mengenal atau dinilai belum melakukan hubungan seksual sesama lawan jenis.

Baca Juga: Vaksin HPV Jadi Pilihan Perempuan Modern Cegah Kanker Serviks Lho Beauty!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Noorma Amalia Siregar

Artikel Pilihan