Direktur AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri bersama Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K). (Riana/HerStory)
Beauty, seperti kita ketahui, saat ini Indonesia masih gencar menjalankan vaksin booster bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas guna memberikan perlindungan terhadap Covid-19. Terlebih saat ini, vaksinasi booster jadi salah satu syarat wajib bagi masyarakat yang hendak mudik. Lantas sebenarnya, vaksin booster yang mana sih yang paling bagus?.
Terkait hal itu, Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), menegaskan, menurut tinjauan para ahli, vaksin berbasis ‘viral vector’ seperti AstraZeneca dan vaksin Covid-19 berbasis mRNA yang tersedia saat ini di Indonesia, sama-sama dapat memberikan perlindungan tingkat tinggi yang serupa terhadap Covid-19 yang mengancam jiwa.Karenanya, ia pun berharap, masyarakat tak lagi ‘pilih-pilih’ jenis vaksin Covid-19.
“Dari data 79 laporan global terungkap bahwa temuan pertamanya adalah vaksin AstraZeneca dan vaksin mRNA menawarkan perlindungan yang setara,” tutur Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), selaku Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) saat sesi Media Roundtable Efektivitas Vaksin Covid-19 di Gedung Arkadia Green Park, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).
"Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia. Jadi, Anda tak perlu ragu, vaksin booster dilaksanakan saja tak usah pilih-pilih," sambungnya.
Lebih lanjut, dr. Erlina memaparkan bahwa di Indonesia sendiri ada banyak platform vaksin booster yang tersedia, salah satunya adalah vaksin AstraZeneca. Namun, dr. Erlina tak ‘memaksa’ masyarakat untuk melakukan vaksin AstraZeneca saja. Pasalnya kata dia, ada dua jenis vaksin booster di Indonesia, yakni homolog dan heterolog. Homolog artinya dosis ketiga menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis satu dan kedua.
“Sementara, heterolog menggunakan vaksin ketiga dengan jenis yang berbeda. Misalnya dosis satu dan kedua menggunakan platform Moderna, sementara dosis ketiganya menggunakan AstraZeneca. Ini diperbolehkan saja, bahkan memiliki proteksi yang lebih baik,” imbuh dr Erlina.
Di kesempatan yang sama, Direktur AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri, pun mengimbau masyarakat untuk tak menunda-nunda vaksinasi dosis ketiga alias booster ini. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tak pilih-pilih jenis vaksin booster, sebab pada hakekatnya semua vaksin punya efikasi yang setara.
“Nah kebijakan booster ada yang namanya homolog maupun heterolog, seperti yang dijelaskan dr. Erlina. Dan semuanya itu didukung uji klinis dan penelitian, jadi gak perlu ragu. Dan gak perlu pilih-pilih vaksin lagi,” ujar Rizman.
Dikatakan Rizma, vaksin AstraZeneca sendiri adalah vaksin 'vektor virus', atau versi virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit yang digunakan sebagai bagian dari vaksin, yang membuat tubuh mengetahui cara melawannya jika terpapar virus yang sebenarnya nanti.
Adapun, teknologi vaksin ini telah digunakan oleh para ilmuwan selama 40 tahun terakhir untuk memerangi penyakit menular lainnya seperti flu, Zika, dan HIV.
Menurut Rizman, AstraZeneca dan mitra globalnya telah merilis lebih dari 2,9 miliar dosis vaksin ke lebih dari 180 negara, dan lebih dari dua pertiga dosis ini telah dikirim ke negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.Vaksin tersebut diperkirakan telah membantu mencegah 50 juta kasus Covid-19, 5 juta rawat inap, dan telah menyelamatkan lebih dari satu juta nyawa.
“Hingga hari ini setidaknya kamu telah merilis lebih dari 2,9 miliar dosis vaksin ke lebih dari 180 negara. Dan, AstraZeneca ini jadi vaksin nomor 2 terbanyak di Indonesia. Meski begitu, saya tegaskan bahwa baik vaksin berbasis mRNA atau vaksin berbasis ‘viral vector’ seperti AstraZeneca, semuanya memiliki efektivitas yang setara. Jadi, vaksin terbaik itu adalah yang tersedia, dan dilakukan dengan segera, karena mereka punya efikasi yang setara,” pungkas Rizman.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: