Menu

Muncul Klaster Corona di Sekolah, Ini Tanggapan Satgas COVID-10

Nada Saffana
14 Agustus 2020 11:04 WIB
Muncul Klaster Corona di Sekolah, Ini Tanggapan Satgas COVID-10

Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran meninjau aktivitas belajar tatap muka pertama di SMPN 1 Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Kamis (13/8/2020). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj)

HerStory, Jakarta —

Kabarnya kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah mulai kembali dibuka secara bertahap. Dengan begitu, muncul kekhawatiran akan adanya klaster baru penyebaran virus corona di sekolah.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan bahwa sekolah yang boleh dibuka hanya dilokasi zona hijau dan zona kuning.

“Perlu kami sampaikan bahwa sekolah yang dibuka adalah sekolah-sekolah dari zonasi risiko hijau yaitu tidak ada kasus atau sudah tidak ada kasus baru. Dan juga zona kuning,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (13/8/2020).

Meski beberapa sekolah sudah dibuka, Wiku juga menyampaikan bahwa proses pembukaan sekolah harus dilakukan secara bertahap demi mencegah penyebaran virus corona. Untuk membuka sekolah Wiku menyampaikan terdapat beberapa tahap, yaitu tahap prakondisi, tahap timing yang tepat, tahap prioritas, tahap berkonsultasi berkordinasi antara satgas daerah dan satgas pusat, dan yang terakhir tahap monitoring evaluasi.

"Namun proses pembukaan sekolah tatap muka yang sebelumnya dengan daring itu betul-betul harus dilakukan secara bertahap," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan apabila terjadi klaster baru di sekolah, itu mungkin terjadi karena tak menjalankan proses sebagaimana mestinya.

"Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mungkin belum sempurna dalam melakukan simulasinya," imbuhnya.

"Perlu disiapkan persetujuan dari orang tua murid, diperlukan kesiapan dari sekolahnya itu sendiri, dipastikan bahwa transportasi menuju ke sekolah itu juga sudah ada fasilitas yang memadai sehingga terjaga jarak dengan baik, potensi penularannya kecil, begitu juga dari komunitas-komunitasnya harus dijaga dengan baik agar tidak ada penyakit yang dibawa dari rumah ke sekolah, tidak ada penyakit yang dibawa menuju ke sekolah, tidak ada penyakit yang tersebar di sekolah, kalau itu dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah ataupun dimanapun juga yang ada," tambahnya.

Share Artikel: