Sering merasa ngantuk dan mudah sekali tertidur saat sakit ternyata bukan sepenuhnya disebabkan oleh obat-obatan yang kita konsumsi, Beauty. Namun, ternyata rasa kantuk itu merupakan bentuk 'paksaan' dari diri kita sendiri.

Melansir dari Healthline (2/04/2021), tidur memberi waktu bagi tubuh kita untuk "memperbaiki" diri saat sakit. Selain itu, ada pula proses kekebalan tubuh tertentu yang terjadi saat kita tidur. Nah, kekebalan tubuh itulah yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.

Penelitian mengenai hal ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, mereka berhasil menyingkap rahasia mengenai hal tersebut. Mereka menemukan sebuah gen tunggal yang meningkatkan kebutuhan tidur yang disebut nemuri.

Protein nemuri ini melawan kuman dengan aktivitas antimikroba yang melekat dan disekresikan oleh sel-sel otak untuk mendorong tidur nyenyak berkepanjangan setelah infeksi oleh suatu penyakit.

"Walaupun itu adalah anggapan umum bahwa tidur dan penyembuhan berhubungan erat, penelitian kami secara langsung menghubungkan tidur dengan sistem kekebalan tubuh," kata Amita Sehgal, penulis senior penelitian ini dikutip dari Medical Xpress.

Melansir dari MNN, para peneliti menemukan bahwa nemuri adalah protein peningkat kekebalan tubuh. Protein ini hanya keluar dari sel otak setelah tidur panjang pasca-infeksi. Itu artinya, rasa lemas dan rasa kantuk adalah respons otak agar bisa mengeluarkan nemuri.

Baca Juga: Jari Tangan Sering Terasa Dingin? Ini Penyebabnya

Oleh karena itu, kita enggak perlu khawatir jika kita tidur sepanjang hari saat sakit. Kondisi ini wajar terjadi supaya tubuh beristirahat. Hanya saja, kita perlu memastikan tubuh mendapatkan cukup asupan cairan dan makanan bergizi selama proses penyembuhan ya.