Menurut data yang dimiliki oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pada usia remaja yaitu 10 hingga 19 tahun dikatakan sebagai usia yang unik dan memiliki keterkaitan dengan arah pertumbuhan serta perkembangan mereka.

Dengan adanya perubahan fisik dan juga sosial, serta kondisi ekonomi dan paparan terhadap kekerasan juga pelecehan bisa membuat usia remaja mudah mengalamai masalah kesehatan mental. Berikut ini adalah deretan gangguan mental yang sering ditemui di usia remaja!

Attention-Deficit (ADHD)

Gangguan mental yang pertama adalah ADHD yang merupakan gangguan perilaku yang dimulai dari masa anak-anak dan bisa mempengaruhi kehidudap pengidapnya hingga usia remaja bahkan dewasa. Gangguan mental ini membuat penderitanya mengalami susah berkonsentrasi, enggak bisa belajar dalam jangka waktu yang lama, hiperaktif yang bisa membuat orang lain ikut terganggu serta perilaku impulsif.

ADHD bisa dikendalikan dengan terapi obat dan perilaku dari penderita. Pengobatan ini bisa membantu mengurangi sikap hiperaktif dan impulsif, meningkatkan daya fokus, kerja, pemahaman dan juga koordinasi fisik.

Gangguan Makan

Selanjutnya ada gangguan makan. Menurut artikel yang dilansir (17/08/2020) dari Verywell Mind mengatakan bahwa gangguan makanan memang sering diderita oleh anak remaja. Hal ini biasanya terjadi karena adanya tekanan mengenai bentuk tubuh dari lingkungan bermain mereka. Selain itu, media sosial dan pemberitaan juga sering menampilkan bagaimana bentuk tubuh ideal pada wanita yang membuat remaja menjadi tertekan.

Ada studi yang menyebutkan, 1 hingga 2 persen remaja mengalami gangguan makanan. Bahkan, dari usia 12 remaja sudah merasakan gangguan ini. Jika ini terjadi maka ada beberapa akibat fatalnya seperti anoreksi nervosa, bulimia dan binge-eating disorder.

Depresi

Gangguan mental yang ketiga adalah depresi. Kamu pasti sudah sering sekali mendengar gangguan mental yang satu ini. Salah satu studi mengatakan bahwa 8 hingga 10 persen siswa di sekolah mengengah memilki gejala depresi yang parah.

Kemudian, pada tahun 2012 sebuah jurnal Jama Psychriatry menemukan bahwa 8 persen remaja mengalami depresi setiap tahunnya. Seperti yang sudah kamu ketahui, dampak dari gangguan mental ini bisa sangat berbahaya untuk penderitanya. Mulai dari kesulitan untuk bersekolah, berhubugan dengan orang lain, enggak menikmati hidup hingga skenario paling buruknya adalah ingin mengakhiri hidupnya sendiri.

Gangguan Kecemasan

Remaja yang mengalami gangguan ini biasanya akan memiliki dampak pada kemampuan untuk bersosialisasi dengan anak-anak seusianya dan juga pendidikannya. Untuk kasus yang parah, gangguan ini bahkan bisa membuat penderitanya enggak ingin keluar rumah.

Gangguan kecemasan memiliki berbagai bentuk. Untuk bentuk umum, remaja merasa cemas pada bidang kehidupan, kemudian untuk kecemasan sosial, remaja akan sulit untukberbicara di kelas atau menghindari interaksi dengan lingkungan sosialnya.

Gangguan Bipolar

Penderita gangguan bipolar sering disalah artikan sebagai pribadi yang memiliki kepribadian ganda padahal gangguan mental ini membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hatiyang ekstrem. Untuk penderitanya, bisa mengalami lonjakan mood secara intens kemudian mood tersebut bisa tiba-tiba turun secara signifikan.

Untuk gangguan mental bipolar belum ditemukan obatnya, namun jika diketahui lebih awal disertai dengan penanganan yang tepat seperti pemberian obat dan psikoterapi maka gejalanya bisa diminimalisir.

Baca Juga: Waduh! Inilah Tanda Keluargamu Toksik Saat Kamu Beranjak Dewasa!

Beauty, jika kamu merasa kamu memiliki gangguan di atas lebih baik hubungi ahli dengan segera agar hal ini bisa segera diatasi ya!