Sejak awal tahun 2020, dunia diguncangkan dengan pandemi global COVID-19. Sampai saat ini, kasus virus corona pun masih terus bertambah. Serengkaian tes pun dilakukan secara bertahap guna mencegah penyebaran virus corona. Namun, tes yang digunakan masih belum memadai.

Setelah berbulan-bulan mengalami kekurangan dan penundaan pengujian, kabarnya ada tes corona baru yang dilakukan melalui air liur. Peneliti dari Yale School of Public Health membuat tes SalivaDirect, yang sudah menerima izin penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA) pada hari Sabtu, (15/8/2020).

"Tes SalivaDirect untuk deteksi cepat SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19) adalah satu lagi inovasi pengujian yang akan mengurangi permintaan sumber daya pengujian yang langka," kata Laksamana Brett Giroir, pejabat AS yang bertanggung jawab atas pengujian COVID-19.

Tidak seperti beberapa tes lain yang memerlukan persediaan khusus, tes SalivaDirect diketahui tak memerlukan alat usap atau pengumpul tertentu. Tes SalivaDirect juga diketahui memiliki harga yang murah dibandingkan tes COVID-19 lain.

"Kami menyederhanakan tes sehingga hanya membutuhkan beberapa dolar untuk reagen, dan kami berharap laboratorium hanya akan mengenakan biaya sekitar $ 10 (Rp148 ribu) per sampel," kata Nathan Grubaugh, asisten profesor epidemiologi di Yale.

"Jika alternatif murah seperti SalivaDirect dapat diterapkan di seluruh negeri, kami akhirnya dapat menangani pandemi ini, bahkan sebelum ada vaksin," sambungnya.

Baca Juga: Disiarkan Langsung Pukul 10 Pagi, Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Hari Ini

Peneliti mengatakan bahwa hasil tes SalivaDirect akan tersedia dalam waktu kurang dari tiga jam dan keakuratannya setara dengan hasil tes swab.