Virus corona atau COVID-19 masih mengintai kesehatan manusia di berbagai belahan dunia. Namun, masih banyak orang yang tak memerdulikan kesehatan paru-parunya dengan merokok. Padahal rokok merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi COVID-19.

Seperti diketahui, COVID-19 terjadi karena virus menyerang paru-paru. Seorang perokok bisa meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19 hingga 5 kali dibandingkan orang-orang yang tak merokok lho. Waspada ya, Beauty!

"Seorang perokok meningkatkan risiko COVID-19 itu sudah banyak ada di jurnal-jurnal. Itu bisa dilihat bahwa dalam studi-studi yang ada bahwa perokok itu terjadi infeksi COVID-19 2 sampai 5 kali lebih tinggi dibanding bukan perokok," ujar Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Bukan tanpa alasan, Dr. Agus menjelaskan bahwa pada paru-paru seorang perokok terdapat lebih banyak 'pintu masuk' COVID-19 ke dalam tubuh manusia, yaitu reseptor Angiotensin converting enzyme 2 atau reseptor ACE2.

"Pada seorang perokok terdapat reseptor ACE-2 yang diketahui itu adalah tempat duduknya virus Sars Cov 2 di saluran napas atau organ-organ lain yang ada di tubuh kita apabila terinfeki COVID-19. Jumlah reseptor ACE-2 pada perokok itu lebih banyak dibanding bukan perokok," imbuhnya.

Baca Juga: Jangan Dipakai Lagi! Setelah Dicuci 30 Kali, Efektivitas Masker Kain untuk Cegah Virus Corona Menurun hingga 15 Persen

Selain itu, Dr. Agus juga mengatakan bahwa perokok cenderung memiliki imunitas tubuh yang rendah dibandingkan orang-orang yang tak merokok. Padahal imunitas sangat penting untuk menjaga tubuh dari paparan infeksi virus di tengah pandemi.