Beauty, kamu baiknya mengetahui tentang Gangguan Obsesif Kompulsif atau yang biasa disebut OCD. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) adalah kondisi kesehatan mental yang umum terjadi di mana seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku kompulsif dan bisa menyerang semua kalangan.

Baik wanita ataupun pria, anak-anak ataupun dewasa mempunyai resiko yang sama besarnya. Namun orang-orang di masa pubertas punya kemungkinan yang lebih besar, termasuk untuk mereka yang memasuki masa dewasa, lho.

OCD ini bisa membuat stres dan mengganggu banget kehidupanmu, tetapi pengobatan bisa membantumu mengendalikannya. Makanya, penting buatmu mengetahui gejala awalnya supaya kamu bisa segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pengobatan.

Dilansir dari nhs.uk, berikut gejala OCD yang harus kamu ketahui, Beauty.

1. Obsesi

Ini merupakan di mana pikiran, citra atau dorongan yang nggak diinginkan, mengganggu dan sering kali membuat stres berulang kali memasuki pikiranmu.

Meskipun hampir semua orang memiliki pikiran yang nggak menyenangkan atau nggak diinginkan di beberapa hal, seperti berpikir bahwa kamu mungkin lupa mengunci pintu rumah, atau bahkan gambaran mental yang menyinggung atau kekerasan yang nggak diinginkan, ketika pikiran ini terjadi terus-menerus, mungkin kamu memiliki obsesi.

Obsesi yang biasa terjadi dan mempengaruhi OCD ialah sebagai berikut:

  • Takut menyakiti diri sendiri atau orang lain dengan sengaja, seperti takut menyerang orang lain, misal pasanganmu.
  • Takut merugikan diri sendiri atau orang lain karena kesalahan, seperti takut kamu dapat membakar rumah dengan membiarkan kompornya menyala.
  • Takut terkontaminasi oleh penyakit, infeksi atau zat yang nggak menyenangkan
  • Kebutuhan akan kesimetrisan atau keteraturan, seperti kamu mungkin merasa perlu memastikan semua label pada kaleng di lemari kamu menghadap ke arah yang sama
  • Kamu mungkin memiliki pikiran obsesif tentang kekerasan atau seksual yang menurut kamu menjijikkan atau menakutkan. Tapi itu hanya pikiran dan memilikinya nggak berarti kamu akan bertindak berdasarkan itu.

2. Emosi

Obsesi bisa menyebabkan perasaan cemas atau tertekan. Inilah yang membuatmu bisa merasa terganggu banget karena nggak bisa mengendalikan emosimu yang sudah terpukul dengan tekanan dan kecemasan akan obsesimu itu.

3. Kompulsi

Kompulsi ini adalah perilaku berulang atau tindakan mental yang membuat seseorang dengan OCD merasa terdorong untuk melakukannya sebagai akibat dari kecemasan dan tekanan yang disebabkan oleh obsesi. Perilaku kompulsif untuk sementara meredakan kecemasan, tetapi obsesi dan kecemasan segera kembali, menyebabkan siklus dimulai lagi.

Kompulsi dimulai sebagai cara untuk mencoba mengurangi atau mencegah kecemasan yang disebabkan oleh pikiran obsesif, meskipun pada kenyataannya perilaku ini berlebihan atau nggak berhubungan secara realistis. Misalnya, seseorang yang takut terkontaminasi kuman dapat mencuci tangan berulang kali, atau seseorang yang takut merugikan keluarganya mungkin memiliki keinginan untuk mengulangi tindakan beberapa kali untuk "menetralkan" pikiran tersebut.

Kebanyakan orang dengan OCD menyadari bahwa perilaku kompulsif seperti itu nggak rasional dan nggak masuk akal, tetapi mereka nggak bisa berhenti bertindak dan merasa perlu melakukannya "untuk berjaga-jaga".

Berikut adalah contoh perilaku kompulsif yang biasa terjadi pada penderita OCD:

  • Membersihkan dan mencuci tangan
  • Pemeriksaan, seperti memeriksa pintu terkunci atau gas mati
  • Perhitungan
  • Memesan dan mengatur
  • penimbunan
  • Meminta jaminan
  • Mengulangi kata-kata di kepalamu
  • Memikirkan "menetralkan" pikiran untuk melawan pikiran obsesif
  • Menghindari tempat dan situasi yang dapat memicu pikiran obsesif

Baca Juga: Wow! Ternyata Inilah 5 Tempat Pemicu Serangan Panik!

Jadi, itulah gejala OCD yang harus kamu ketahui supaya bisa segera mendapat penanganan, hidup nyaman adalah pilihanmu untuk bertindak ke arah penyembuhan atau membuatnya semakin parah tanpa pengobatan.