Beberapa tahun silam cuka apel sangat populer. Perasan buah apel yang ditambahkan bakteri baik dan ragi ini dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kesehatan kulit. Salah satu alasan banyak orang mengonsumsi cuka apel adalah untuk program penurunan berat badan. Tapi, apakah itu benar efektif?

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa minum cuka apel dapat menurunkan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), lingkar berat badan, dan serum trigliserida (lemak yang ditemukan dalam darah). Medical Daily melaporkan bahwa orang dewasa dengan berat badan berlebih atau obesitas mengonsumsi minuman yang mengandung satu atau dua sendok makan cuka setiap hari kehilangan hingga 1,8 kg setelah 12 minggu.

Cuka apel yang dicampur dengan air disebut-sebut sebagai penekan nafsu makan yang membantu pelaku diet mengurangi ngemil, dan mengomsumsi makanan dengan porsi sedang.

Cuka apel telah digunakan selama berabad-abad sebagai bahan serbaguna dengan berbagai kegunaan untuk tubuh, termasuk agen antimikroba dan antijamur yang meningkatkan kekebalan dan penurunan berat badan, di antara kegunaan lainnya.

Namun, studi tentang cuka apel belum secara konsisten menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan dan berkelanjutan pada berbagai kelompok orang. Meskipun penggunaan cuka sari apel sesekali aman bagi kebanyakan orang, cuka apel memiliki beberapa risiko, seperti mengiritasi tenggorokan jika terlalu sering dikonsumsi hingga dapat menyebabkan kadar kalium rendah.

Baca Juga: Minum Air Putih saat Perut Kosong Bisa Turunkan Berat Badan! Benar Enggak Sih?

Ingat, tidak ada obat ajaib untuk menurunkan berat badan. Bersikaplah skeptis terhadap pendekatan apa pun yang mengklaim dapat menurunkan berat badan tanpa mengurangi kalori atau meningkatkan aktivitas fisik, seperti olahraga.