Menu

Tegar! 3 Sikap Dewasa Seorang Istri saat Pergoki Suami Selingkuh, Jangan Nangis Terus!

13 Mei 2022 19:30 WIB
Tegar! 3 Sikap Dewasa Seorang Istri saat Pergoki Suami Selingkuh, Jangan Nangis Terus!

Ilustrasi seorang wanita yang mengetahui suaminya selingkuh dari bekas lipstik pada bajunya. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bekasi —

Peerselingkuhan menjadi hal yang mengerikan. Istri manapun tentu akan sulit untuk memaafkan perilaku suami selingkuh. Apalagi jika pernikahannya sudah berlangsung lama dan sudah ada anak-anak di tengah mereka.

Alih-alih larut dalam kesedihan dan situasi yang kacau, istri harus segera move on dan bersikap dewasa dalam mengatasi masalah ini.

Yuk simak 3 sikap dewasa seorang istri saat mengetahui suami suka selingkuh seperti dihimpun berbagai sumber.

1. Jangan Salahkan Diri Sendiri

Istri yang diselingkuhi suaminya seringkali justru menyalahkan dirinya sendiri. “Mungkin saya kurang baik, kurang cantik, kurang berwawasan luas,” dan berbagai afirmasi negatif lainnya yang membuat kamu semakin terpukul.

Stop! Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan yang dilakukan suami. 

Bagaimana pun, perselingkuhan selalu salah, apa pun alasannya. Maka jika kamu ingin melanjutkan pernikahan dan berusaha berdamai dengan kesalahan besar ini, mulailah dengan tidak menyalahkan diri kamu

2. Jangan Dengarkan Orang Lain

Saat keluarga besar atau orang lain mengetahui apa yang terjadi pada pernikahanmu, umumnya mereka akan memberondongmu dengan berbagai saran.

Mulai dari saran memaafkan, mengikhlaskan, melupakan, dan lain sebagainya. Faktanya, jangan biarkan orang lain mendikte kamu harus apa dan bagaimana.

Gak perlu mengikuti ekspektasi orang lain dan memaksa kamu berdamai dengan luka hingga harus pura-pura bahagia.

Jika kamu sedih, bersedihlah, tidak perlu bilang “saya tidak apa-apa” hanya untuk mengikuti ekspektasi orang lain.

3. Jangan Bilang ke Anak

Apa yang terjadi pada pernikahanmu, tidak perlu memberi tahu ke anak kalau ayahnya punya ‘teman dekat’ baru.

Terlebih sampai bilang, “Papa sudah tidak sayang kita lagi, Papa selingkuh dengan teman kantornya.” 

“Jika bilang ke anak tentang perselingkuhan ini, kamu akan mengikutsertakan mereka ke dalam masalah pelik orang dewasa, yang akan merusak hubungan satu sama lain. Itu bisa membuat anak khawatir dengan kesetiaan pasangannya ketika ia dewasa kelak,” ujar Madden.

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.