Beauty, seperti diketahui beberapa waktu belakangan ramai diperbincangkan mengenai vaksin virus corona. Para ilmuwan di berbagai negara dikabarkan berhasil mengembangkan vaksin, seperti vaksin Sputnik dari Rusia dan vaksin Ad5-nCoV dari Cina.

Dengan begitu, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara yang berhasil mengembangkan vaksin untuk membagikan vaksinnya dengan adil ke berbagai negara, terutama negara berkembang. Hal itu dilakukan demi mengakhiri pandemi global.

WHO mengundang 194 negara kaya untuk berpartisipasi dalam 'Fasilitas Vaksin Global COVAX'. Itu bertujuan untuk membagikan vaksin ke negara berkembang. Ia khawatir pembagian vaksin akan terhambat kepentingan nasional.

"Negara-negara yang menimbun kemungkinan vaksin COVID-19 sementara tak memasukkan negara lain akan mempelambat pandemi," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca Juga: Usai Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Kena Geser di DPR

"Kita perlu mencegah nasionalisme vaksin. Berbagi persediaan terbatas secara strategis dan global sebenarnya merupakan kepentingan nasional masing-masing negara," paparnya.