Banyak wanita yang mengeluhkan kondisi keringnya vagina saat bercinta. Padahal kekeringan vagina dapat menyerang wanita mana pun. Namun, kondisi ini umumnya dialami oleh wanita yang telah menopause. Lantas apakah normal vagina kering saat masih usia produktif?

Tak perlu cemas! Melansir Women's Health Concern (23/8/3030) sekitar 17% wanita berusia 18-50 tahun mengalami masalah kekeringan pada vagina saat berhubungan seks, bahkan sebelum menopause.

Untuk diketahui, pelumasan alami yang dihasilkan oleh kelenjar di leher rahim (serviks) membuat vagina tetap kenyal dan lembab. Kelembaban bergerak perlahan ke bawah melalui vagina, menjaganya tetap bersih dan menghilangkan sel-sel mati. Kelembaban vagina sedikit asam dan ini membantu menjaga area tersebut tetap sehat, mencegah infeksi seperti sariawan.

Selama rangsangan seksual, kelenjar Bartholin (dua kelenjar di pintu masuk vagina) menghasilkan kelembapan ekstra untuk membantu hubungan seksual. Namun, seperempat wanita berusia 50-59 tahun mengalami masalah vagina kering saat berhubungan seks dan 16% mengalami nyeri.

Banyak wanita mengalami kekeringan vagina saat berhubungan seks karena mereka tidak terangsang secara seksual. Hal ini sering disebabkan oleh pemanasan yang kurang memadai atau alasan psikologis, seperti stres. Alasan lain untuk vagina kering sebelum menopause dapat dikaitkan dengan produk kebersihan, seperti sabun kewanitaan yang terlalu keras. Perawatan obat tertentu seperti alergi dan obat flu dan beberapa antidepresan, juga dapat mengeringkan selaput lendir, termasuk jaringan vagina.

Baca Juga: Miss V Terasa Basah Setiap Saat, Aman Gak Sih?

Kekeringan vagina bisa menjadi masalah umum bagi wanita pra-menopause dengan tingkat estrogen yang rendah, seperti ibu menyusui, wanita yang pernah menjalani histerektomi dan telah menerima kemoterapi.