Virus corona masih terus berlangsung di beberapa negara sejak awal kemunculannya di akhir tahun 2019. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa pandemi virus corona akan berakhir dalam waktu kurang dari dua tahun.

Saat berbicara di Jenewa, ia mengatakan flu Spanyol tahun 1918 membutuhkan waktu dua tahun untuk diatasi. Namun, ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi saat ini dapat memungkinkan dunia untuk menghentikan virus dalam waktu yang lebih singkat.

“Tentunya dengan lebih banyak konektivitas, virus memiliki peluang lebih besar untuk menyebar,” ujarnya dikutip dari BBC (23/8/2020).

"Tetapi pada saat yang sama, kita juga memiliki teknologi untuk menghentikannya, dan pengetahuan untuk menghentikannya. Pentingnya persatuan nasional, solidaritas global dalam kondisi ini," sambungnya.

COVID-19 sejauh ini telah menewaskan 800.000 orang. Tercatat hampir 23 juta infeksi di seluruh dunia, tetapi jumlah orang yang benar-benar terinfeksi virus diperkirakan jauh lebih tinggi karena pengujian yang tak memadai dan ada beberapa kasus tanpa gejala.

Prof Sir Mark Walport, anggota UK's Scientific Advisory Group for Emergencies (Sage) mengatakan bahwa Covid-19 akan terus ada selamanya meski dalam beberapa bentuk yang berbeda.

Baca Juga: Catat! Ini Kriteria Masker SNI yang Efektif Cegah Virus Corona

"Jadi, seperti flu, orang perlu vaksinasi ulang secara berkala," imbuh Prof Walport.