Tidur jadi salah satu waktu terbaik untuk mengistirahatkan badan. Enggak heran deh jika banyak orang yang membuat suasana tidur senyaman mungkin. Salah satu cara membuat tidur nyaman adalah dengan membuat kondisi kamar tetap sejuk menggunakan kipas angin. Namun, penggunaan kipas angin saat tidur bisa membahayakan kesehatan lho.

Ya, tidur dengan kipas angin dapat berdampak buruk pada kesehatan. Menurut Public Health England, kipas angin dapat menyebabkan dehidrasi berlebih sehingga tak boleh diarahkan langsung ke tubuh. Ini terutama terjadi ketika suhu mencapai di atas 35 derajat celcius karena udara yang dihembuskan ke kulit tak menguapkan keringat (yang mendinginkan tubuh). Itu justru akan membuat tubuh semakin berkeringat yang menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan.

Hilangnya cairan secara tiba-tiba dari udara langsung juga dapat memengaruhi kulit, terutama jika kulit sensitif. Kipas angin tak hanya dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi ringan karena kurangnya kelembapan, tetapi juga dapat memengaruhi sinus, kesehatan mata dan otot. Ini semua berkaitan dengan aliran udara yang konstan.

Dr. Seema Sarin M.D., direktur pengobatan gaya hidup di penyedia medis Amerika EHE Health, juga mengatakan bahwa tidur dengan kipas angin dapat menyebabkan alergi.

"Pertama, kipas angin akan meniupkan udara ke sekitar ruangan dan dengan itu, ia bertiup di sekitar partikel debu. Jika kamu alergi terhadap tungau debu, hal itu dapat memperburuk gejala dengan peningkatan eksposur," ujarnya dikutip dari Bustle (26/8/2020).

Baca Juga: Moms Harus Waspada!!! Begini Dampak Buruk Penggunaan Kipas Angin untuk Bayi

"Sebuah kipas yang bersirkulasi udara di sekitar ruangan dapat meningkatkan udara kering, yang dapat menyebabkan mengeringnya selaput lendir dan iritasi sinus," tutupnya.