Pandemi virus corona memunculkan tren baru, yaitu penggunaan face shield. Tak kalah populer dengan penggunaan masker kain, face shield pun banyak digunakan oleh masyarakat guna mencegah penularan virus corona. Tapi apakah itu benar-benar efektif?

Sebuah editorial yang diterbitkan di JAMA pada tahun 2020 mencatat bahwa face shield mungkin memiliki serangkaian keunggulan dibandingkan masker kain dalam hal melindungi diri dari infeksi COVID-19.

"Face shield lebih unggul karena dapat digunakan kembali secara tak terbatas dan mudah dibersihkan," kata Dr. Teresa Bartlett M.D., petugas medis senior di layanan manajemen klaim Sedgwick, kepada Bustle.

"Selain itu, face shield lebih nyaman dipakai jika kamu menganggap masker wajah tidak nyaman dan panas saat digunakan. Face shield tak perlu dibuang setelah beberapa kali digunakan atau dilepas untuk berkomunikasi atau makan. Dan face shield dapat mengurangi refleks menyentuh wajah," sambungnya.

Dr. Teresa juga menjelaskan bahwa penggunaan face shield dapat melindungi mata saat digunakan bersama dengan masker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam arsip Graefe untuk oftalmologi klinis dan eksperimental pada tahun 2020 menunjukkan bahwa mata jadi salah satu bagian yang rentan terhadap penularan COVID-19.

Face shield juga jadi pilihan lain bagi orang-orang yang takk bisa memakai masker kain karena alasan tertentu, misalnya orang dengan penyakit asma atau kondisi paru-paru kronis yang mengalami kesulitan memakai masker.

Baca Juga: Wajib Tahu! Dokter Paru: Happy Hypoxia Hanya Dialami Pasien Covid-19 Bergejala, Tak Terjadi pada OTG

"Kelompok-kelompok ini seringkali adalah yang paling rentan dan yang paling membutuhkan alat pelindung diri. Face shield bisa menjadi jawaban yang memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi mereka dan orang lain,” terang Dr. Teresa.