Menu

Gak Melulu Baik, 6 Efek Samping Mengonsumsi Pepaya yang Jarang Diketahui

30 Mei 2022 15:45 WIB
Gak Melulu Baik, 6 Efek Samping Mengonsumsi Pepaya yang Jarang Diketahui

Buah Pepaya.(Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Medan —

Pepaya merupakan salah satu buah yang dikenal mampu mengatasi masalah susah buang air besar (BAB). Buah yang satu ini kaya kandungan vitamin yang baik bagi tubuh dan kulit.

Namun, ternyata mengonsumsi pepaya terlalu banyak dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, lho. Kira-kira masalah apa saja yang dapat terjadi? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel yang sudah Herstory rangkum berikut ini, Senin (30/5/2022).

1. Sebabkan alergi pernapasan 

Papain, enzim yang ada dalam pepaya bisa menjadi alergen yang kuat. Mengonsumsi pepaya berlebihan bisa memicu berbagai gangguan pernapasan seperti sesak napas, bersin, asma, dan hidung tersumbat. 

Jika memiliki gangguan pernapasan, seperti asma atau kondisi alergi lainnya, sebaiknya pertimbangkan konsumsi pepaya muda yang mengandung banyak papain.

2. Berinteraksi dengan obat pengencer darah 

Penelitian telah membuktikan bahwa lateks pada pepaya berpotensi meningkatkan efek pengencer darah. Jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau antikoagulan, seperti aspirin konsultasikan pada dokter tentang konsumsi pepaya, terutama pepaya muda. 

Sementara, bila menjalani operasi dalam beberapa minggu, hindari buah ini karena sifat antikoagulannya. Menurut berbagai penelitian yang dilakukan pada pepaya, orang yang terkena kondisi pembekuan darah, seperti hemofilia dan trombosis, juga harus menahan diri dari mengonsumsi pepaya. 

3. Gangguan pencernaan 

Kandungan serat dalam pepaya sangat baik bagi kesehatan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, pepaya justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan. 

Pepaya ternyata juga bisa memperburuk diare jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Selain itu, konsumsi pepaya berlebihan yang tidak dibarengi dengan konsumsi cairan juga bisa menyebabkan sembelit.

Enzim papain dalam pepaya, jika dikonsumsi secara berlebih akan menimbulkan kembung, iritasi lambung, kram perut, dan mual. 

4. Memperlambat detak jantung 

Diyakini bahwa orang dengan gangguan jantung harus menghindari konsumsi pepaya berlebihan. Sebab, kandungan papain dalam buah ini diperkirakan memperlambat laju detak jantung dengan cara yang berbahaya. 

Ini kemungkinan memicu kondisi kardiovaskular yang serius. Jika memiliki masalah kardiovaskular, berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsi pepaya. 

5. Menyebabkan ruam kulit 

Enzim papain kerap menjadi bahan dalam krim anti penuaan. Namun, tidak semua jenis kulit bereaksi positif terhadap aplikasi tropikal papain pepaya. 

Orang dengan alergi lateks juga mungkin alergi terhadap pepaya karena pepaya mengandung enzim yang disebut chitanases. Alergi lateks bisa menyebabkan ruam, panas, dan kemerahan pada kulit. Gejala lain yang dilaporkan termasuk kulit gatal dan kering.

6. Sebabkan karotenemia 

Pepaya matang sangat tinggi akan beta-karoten. Beta-karoten merupakan salah satu jenis antioksidan yang sangat baik untuk fungsi penglihatan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, beta-karoten dalam pepaya bisa menyebabkan perubahan warna kulit yang secara medis dikenal sebagai karotenemia. 

Karotenemia adalah kondisi klinis yang ditandai oleh pigmentasi kuning pada kulit dan peningkatan kadar beta-karoten dalam darah. Karotenemia banyak ditemukan pada anak dan cenderung tidak bahaya. Namun, karena gejalanya yang mirip bisa menyebabkan diagnosis penyakit kuning yang keliru.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Noorma Amalia Siregar

Artikel Pilihan