Darah tinggi jadi salah satu penyakit yang diidap banyak orang di dunia. Meskipun obat darah tinggi tersedia di pasaran, diet sehat adalah cara yang paling efektif untuk menyembuhkannya. Salah satunya dengan menghindari konsumsi makanan tinggi natrium, seperti garam.

Diketahui bahwa pola makan tinggi natrium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Perlu dijelaskan perbedaan antara natrium dan garam, sebagian besar garam adalah natrium, mineral yang terdapat secara alami dalam makanan. Natrium adalah zat yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. MSG (monosodium glutamat), ditemukan di banyak makanan olahan populer, adalah contoh natrium yang ditambahkan ke makanan.

Menurut American Heart Association, ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak garam yang mengandung natrium, tubuh menahan air ekstra untuk "membersihkan" garam. Pada beberapa orang, hal ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

Garam bekerja pada ginjal untuk membuat tubuh menahan lebih banyak air. Air yang disimpan ekstra ini meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal, arteri, jantung dan otak.

"Diet rendah natrium dapat membalikkan masalah hipertensi dan tekanan darah tinggi," kata Muhanad Al-Zubaidi, MD, FACC, FACP, RPV, dari Premier Cardiovascular Institute (bagian dari Premier Physician Network).

Baca Juga: Alami Hipertensi? Tak Perlu Khawatir! Bawang Putih Bisa Menurunkan Tekanan Darah Lho

“Jadi, secara teknis, jika kamu mengurangi asupan garam, kamu dapat menurunkan tekanan darah dan mengobati hipertensi. Dan terkadang, dengan olahraga yang baik, pemantauan pola makan, dan mengubah pola makan, kamu dapat membalikkan tekanan darah tinggi dan menghentikan penggunaan obat," tutupnya.