Beauty, ada banyak orang yang menolak melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) karena menganggap bahwa HIV, dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), adalah sesuatu yang menyeramkan banget. Ada juga yang masih ragu karena takut terhadap stigma negatif seputar HIV/AIDS yang identik dengan perilaku "nakal".

Stigma negatif juga lahir karena mereka yang mencoba tes HIV/AIDS ini bakal mendapat sinisme yang tinggi dari masyarakat, bahwa mereka adalah anak yang nakal. Padahal HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS dan memengaruhi kekebalan tubuh. Virus ini dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, air mani dan juga Air Susu Ibu (ASI). Enggak seperti beberapa dekade yang lalu, pengobatan untuk HIV sudah berkembang pesat, sehingga jutaan orang dengan HIV (ODHA) dapat menjalankan hidup dan bekerja seperti non-ODHA.

Enggak salah berarti, untuk kamu yang rutin melakukan relasi medis dengan darah (cek darah, transfusi darah, dll) bahkan aktif secara hubungan seksual, mulai untuk tes HIV/AIDS ini. Dilansir dari beberapa sumber, inilah rekomendasi tempat untuk menjalani tes HIV. Simak ya!

1. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta

Sejak didirikannya poliklinik khusus untuk tes HIV pada 2007, RSCM sudah menjadi salah satu tujuan utama orang-orang yang mau memeriksakan diri untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi HIV atau nggak. Ribuan orang per bulannya mendatangi Poli Unit Pelayanan Terpadu HIV (UPT-HIV) RSCM untuk melaksanakan tes. Di RSCM, tes yang digunakan untuk memeriksa HIV disebut dengan tes ELISA yang memeriksa keberadaan antibodi HIV. Kalau darah mengandung antibodi HIV, maka itu tanda bahwa tubuh sudah terinfeksi oleh HIV.

2. RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah)

Beauty, sebagian RSUD di Indonesia telah menyediakan layanan pengecekan HIV. Selain hasil yang akurat, kamu juga akan ditangani oleh dokter-dokter yang sudah bersertifikat tingkat nasional. Kalau kamu terindikasi positif HIV, kamu juga dapat langsung diberikan penanganan dengan baik, dengan harga yang cukup terjangkau pula.

3. Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta

Ruang Carlo dibuka sejak 2009, sebenarnya ruang ini digunakan untuk menjadi ruang rawat jalan bagi pasien HIV dan AIDS. Sejak 2011, RS St. Carolus bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) untuk memberikan dukungan dalam bentuk pencegahan, pengobatan, dan pusat layanan perawatan untuk HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Dilansir dari YKS, lebih dari 500 pasien baru mengunjungi Ruang Carlo untuk melakukan tes, dan 25 persen dari mereka positif HIV. Pelayanan Ruang Carlo tidak memungut biaya, dengan tes HIV dan konseling yang komprehensif.

4. Klinik Procare PKBI, Jakarta

Lembaga swadaya masyarakat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) memiliki sebuah layanan kesehatan bernama Procare PKBI. Klinik Procare PKBI adalah salah satu klinik yang terpercaya, layanannya lengkap, dengan spesialisasi kesehatan reproduksi remaja. Klinik ini juga memiliki program Centra Mitra Muda (CMM), yang berperan sebagai pusat informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja. 

Enggak cuma itu, klinik ini juga melayani Voluntary Counseling and Testing (VCT), yaitu tes yang dilakukan secara sukarela oleh seseorang untuk mengetahui status HIV-nya. Di klinik ini, tes HIV yang digunakan adalah tes cepat yang hanya membutuhkan 20-30 menit untuk menunjukkan hasil. Klinik juga menyediakan jenis tes lainnya dengan tes Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang sangat akurat.

5. Lab Prodia dan Pramita, Seluruh Indonesia

Laboratorium Prodia dan Pramita sudah menjadi sebuah tujuan banyak orang yang mau memeriksakan kondisi kesehatan mereka, termasuk tes HIV/AIDS. Tes yang dilakukan di kedua lab ini cukup mudah, salah satunya adalah dengan Viral Load Test.

Contohnya tes darah biasa, lab akan mengambil darah kamu dan mengukur jumlah virus per tetes darah atau per mililiter darah. Tes selanjutnya adalah dengan tes Anti-HIV untuk memeriksa keberadaan antibodi. Antibodi hanya akan terbentuk jika tubuh telah terinfeksi oleh virus HIV dan tubuh tersebut telah membuat sistem pertahanan tubuh yang disebut antibodi HIV. Hasil pemeriksaan berupa positif atau negatif terhadap ditemukannya antibodi atau tidak pada tubuh kita. Biaya tes di kedua lab ini berkisar pada Rp1 juta-Rp1,5 juta.

Baca Juga: Wadaw! Ternyata Inilah 4 Fakta Mengejutkan Racun Ricin, Bahaya Banget!

Nah, itulah 5 rekomendasi tempat untuk kamu mulai berani untuk tes HIV/AIDS. Stay healty, Beauty