Ilustrasi Anak Makan MPASI (Shutterstock/Edited By HerStory)
Moms dalam satu waktu pasti merasakan kondisi berpergian jauh dengan si kecil, dalam momen ini Moms pasti khawatir bagaimana cara memberikan MPASI yang sehat dan penuh nutrisi ketika perjalanan jauh.
Sekarang gak usah khawatir lagi Moms, mengutip dari laman The Asian Parent, dr. Meta Hanindita, SpA, pernah membagikan tips MPASI untuk Parents yang akan melangsungkan perjalan jauh, seperti mudik dengan si kecil di laman Instagram miliknya
Tips MPASI saat Bepergian
Tak perlu pusing mempersiapkan MPASI si kecil saat perjalanan mudik. Sebab banyak alternatif yang mudah untuk dilakukan dan tak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya.
“Sebenarnya ngga perlu ribet kok, ada beberapa alternatif yang bisa dicoba,” tulis dr. Meta pada salah satu instagram story-nya.
1. MPASI Terfortifikasi Bisa Menjadi Alternatif Pilihan
Meskipun banyak anggapan MPASI fortifikasi atau MPASI instan berbahaya karena bukan berasal dari bahan alami dan adanya bahan pengawet, MPASI terfortifikasi bisa menjadi pilihan Parents.
“Pakai MPASI terfortifikasi, yang ini kayaknya paling praktis. Mau mudik sejauh dan selama apapun, tinggal campur air, kelar,” kata dr. Meta.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), MPASI terfortifikasi dibuat berdasarkan ketentuan khusus yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia (WHO). Ketentuan ini meliputi standar keamanan, higienitas dan kandungan nutrisinya.
MPASI komersial mengandung zat pengawet yang aman bagi bayi, dibuat dengan steril, dan memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang sesuai kebutuhan nutrisi bayi.
2. Mengonsumsi Makanan Seperti yang Dikonsumsi Orangtua
“Orangtua selama mudik pasti makan juga kan? Nah orangtua makan apa? Boleh dikasih juga kok ke anak selama tekstur disesuaikan. Jangan lupa, walaupun jenis makanan boleh sama, tapi proporsinya beda ya. Kalau orangtua menghindari lemak misalnya, anaknya ya jangan,” terang dr. Meta.
Bila Parents memilih si kecil mengonsumsi makanan yang sama seperti yang dimakan orang dewasa, dr. Meta mengingatkan untuk membelinya di tempat yang bersih, dimasak fresh, disimpan di suhu yang benar dihidangkan panas-panas.
3. Memerhatikan Suhu Penyimpanan Bila Membawa Makanan yang Dimasak di Rumah
“Mau masak dulu di rumah, boleh banget. Tapi inget suhu aman ya. Di suhu ruangan maksimal 2 jam saja. Kalau mau lebih lama harus disimpan di suhu kurang dari 5 derajat atau di atas 60 derajat. Nah sekarang kan ada tuh kulkas yang bisa dipasang di mobil. Mungkin suhu di bawah 5 derajat, tapi ngangetinnya harus di atas 70 derajat. Ini yang mungkin sedikit sulit.”
Namun Parents juga perlu menyiasati bagaimana menyimpan makanan dalam suhu di atas 60 derajat. Meskipun saat ini sudah ada insulted food jar, tetapi belum tentu bisa menjaga kehangatan makanan di atas 60 derajat.
“Penelitian di luar negri mengatakan insulated food jar merk terbaik cuma bisa menjaga suhu makanan tetap di atas 60 derajat sekitar 2-3 jam saja,” tambah dr. Meta.
Tidak berbeda dengan dr. Meta, ditemui di acara Kebiasaan Makan yang Baik Sejak Dini untuk Dukung Tumbuh Kembang Optimal Anak’ yang digagas Danone, dr Friede Handayani. SpA (K) menegaskan hal yang serupa.
Ia menambahkan, jika perjalanan mudik tidak membutuhkan waktu yang lama, maksimal 2 jam, MPASI bisa disiapkan lebih dulu di rumah.
“Jadi, masak MPASI aja dulu di rumah. Tapi batasnya memang hanya dua jam, karena MPASI yang sudah ada di suhu ruangan terbuka lebih berisiko terpapar bakteri. Saat sudah dimakan, sendok yang sudah disuapi ke anak juga jangan dicampur lagi ke dalam makanan,” tegasnya.
Jika memang tidak memiliki dan membawa cooler atau lemari pendingin portable, memberikan MPASI instan atau MPASI fortifikasi bisa dijadikan alternatif.
“Tapi kalau memang ingin menggunakan MPASI fortifikasi tidak usah dicampur lagi dengan dengan MPASI rumahan yang sudah dibuat, hal ini untuk mencegah kandungan seperti garam berlebihan.”
Gimana Moms setelah tahu informasinya apakah sudah gak khawatir lagi?
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.