Kabar baik untuk para pecinta makanan pedas! Menurut sebuah penelitian baru, cabai tak hanya menggugah selera makan, ternyata makanan pedas yang mengandung cabai dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung lho.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology tersebut mensurvei kebiasaan makan dan risiko kematian sekitar 23.000 orang Italia selama delapan tahun. Selama periode tersebut, partisipan yang makan cabai setidaknya empat kali setiap minggu, 40% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan partisipan yang lebih jarang konsumsi makanan pedas.

Di sisi lain dalam kelompok yang sama, para partisipan yang suka makan cabai mengurangi risiko kematian akibat stroke lebih dari 50%. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang secara genetik cenderung terkena penyakit kardiovaskular masih merasakan beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi cabai secara teratur.

Namun, ini bukan studi pertama yang menunjukkan hubungan antara kesehatan jangka panjang dengan konsumsi makanan pedas. Dalam studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal BMJ, para peneliti menemukan bahwa peningkatan konsumsi cabai, baik dalam bentuk kering maupun segar dapat menurunkan hingga 14% risiko kematian terkait penyakit kardiovaskular. Selain itu, konsumsi cabai juga kurangi risiko kematian akibat kanker dan penyakit pernapasan.

Baca Juga: Waduh! Riset: Wanita Lebih Rentan Mengidap Penyakit Jantung

Temuan ini tidak mengejutkan, mengingat studi tahun 2016 menemukan bahwa capsaicin, senyawa yang membuat cabai pedas, adalah antioksidan yang kuat, dalam beberapa kasus, hal itu dapat mendorong kematian sel, yang mengurangi penyebaran sel kanker.