Pandemi virus corona masih terus berlangsung. Kesehatan pun masih terancam dari infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Dengan begitu, berbagai pihak kembali mengimbau masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan infeksi COVID-19.

Salah satu protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh semua orang adalah menggunakan masker. Nah, masker biasanya digunakan oleh orang dewasa, padahal anak-anak juga bisa terinfeksi COVID-19. Lantas bagaimana cara melindungi anak dari paparan infeksi COVID-19?

"Kalau terpaksa harus ke luar rumah maka untuk anak usia di bawah 2 tahun hindari penggunaan masker," ujar dr. Yogi Prawira, Sp.A(K) (Satgas Covid-19 IDAI) saat konferensi pers di BNPB, Rabu (26/8/2020).

Menurut dr. Yogi, anak di bawah 2 tahun masih rentan alami gangguan pernapasan akibat penggunaan masker. Untuk itu, ia menyarankan anak-anak di bawah 2 tahun menggunakan face shied.

"Nah, alternatifnya anak-anak di bawah 2 tahun memakai masker terlalu ketat, khawatir menganggu pernapasan sementara mereka belum bisa menyampaikan tidak nyaman gitu, maka alternatifnya kelompok usia ini boleh menggunakan face shield," bebernya.

Meski sudah menggunakan face shield, anak-anak belum tentu aman dari paparan infeksi COVID-19. dr. Yogi pun menyarankan para orang tua tetap melakukan pengawasan terhadap buah hatinya.

"Rapi ada syaratnya dengan pengawasan yang ketat oleh orang tua dan pengasuh selama menggunakan face shield tersebut," imbuhnya.

Selain masker, dr. Yogi juga menyebut untuk melindungi bayi dari paparan COVID-19 saat ke luar rumah gunakan kereta dorong dengan penutup.

Baca Juga: Jangan Dipakai Lagi! Setelah Dicuci 30 Kali, Efektivitas Masker Kain untuk Cegah Virus Corona Menurun hingga 15 Persen

"Pilihan lain kalau misalnya dia bayi mungkin bisa gunakan kereta dorong yang ada penutupnya. Intinya kita tahu salah satu penyebarannya melalui droplet jadi kita harus melindungi dari paparan droplet itu karena anak bisa terinfeksi," tutupnya.