Pandemi virus corona atau Covid-19 belum juga berakhir. Di Indonesia, jumlah kasus yang positif terinfeksi virus corona sudah lebih dari 150 ribu. Selain itu, sudah banyak juga korban jiwa akibat terinfeksi virus corona ini. Vaksin untuk memerangi virus corona pun belum ada sampai saat ini.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak satu sama lain, dan wajib menggunakan masker apabila pergi keluar rumah untuk mengurangi risiko terpapar virus corona.

Namun, kini di masyarakat ada istilah bahwa masker yang digunakan sebenarnya untuk melindungi orang lain dan masker yang digunakan orang lain untuk melindungi diri kita. Jadi, siapa yang sebenarnya terlindungi jika memakai masker?

Seperti dilansir dari Times of India, memakai masker mungkin memberikan perlindungan untuk keduanya, yakni diri sendiri dan juga orang lain. Studi tentang virus corona baru dan kuman lain menunjukkan bahwa memakai masker membantu menghentikan orang yang terinfeksi supaya enggak menyebarkan penyakit ke orang lain.

Virus menyebar dari tetesan yang disemprotkan orang saat mereka batuk, bersin, atau berbicara. Masker medis atau masker kain dalam menghalangi sebagian besar partikel tersebut supaya enggak menyebar.

Baca Juga: CDC: Penggunaan Masker Lebih Efekif Cegah Infeksi Corona daripada Vaksin

Meskipun beberapa tetesan mungkin masih menyebar, memakai masker dapat mengurangi jumlahnya dan memberikan manfaat untuk orang lain.