Working Moms, terlalu sibuk bekerja enggak bikin Moms harus mengurangi jam kerja. Moms cuma perlu lebih intens dalam menjaga sang anak supaya nggak mengalami body shaming, apalagi kalau Moms sendiri yang enggak sengaja memperlakukan anak seperti itu. 

Body shaming seperti kalimat ejekan soal keadaan bentuk tubuh anak bisa terjadi lewat percakapan. Mirisnya, hal ini bisa membuat seorang anak jadi enggak percaya diri dan nggak merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri. 

Moms perlu menghentikan perilaku body shaming bahkan sebelum Moms meminta para orang tua lainnya mengubah pola pikir akan body shaming, contohnya seperti, "kok pendek, sih, padahal orang tuanya tinggi", "pesek ya hidungnya", "lho, hitam anaknya, ya?", atau "rambutnya tipis ya" dan sebagainya.

Kalau hal seperti itu sudah dihadapi sang anak, penting buat Moms melakukan hal sederhana sebagai berikut. Simak, ya!

1. Jadilah pendengar yang baik dari cerita sang anak, jangan sampai terbawa emosi saat anak bercerita ya Moms.

2. Saat anak bercerita sampai menangis, jangan hakimi apapun, apalagi bilang dia terlalu terbawa perasaan. Bantulah ia supaya bisa mengurai emosinya.

3. Tenangkan pikiran dan perasaan sang anak supaya bisa menghadapi sang anak yang sudah merasa terhina ini.

4. Anak perlu dilibatkan dalam penjelasan supaya anak mendapat sisi positif dari kejadian ini.

5. Berikan semangat pada anak supaya ia nggak jadi minder dan tetap percaya diri.

Baca Juga: Makin Bersinar! Harga Emas Antam Naik Rp2.000, Working Moms Semangat Investasi

Nah, itulah Moms cara untuk mengurai perasaan sang anak dalam menghadapi body shaming. Semangat terus mendidik sang anak, Moms!