Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock/Edited by HerStory)
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan bahwa kasus cacar monyet di dunia sudah menembus 1000 kasus. CDC melaporkan cacar monyet telah menyerang 29 negara non-endemik.
Dengan meningkatnya kasus cacar monyet, CDC meningkatkan kewaspadaan menjadi level 2 dan mengimbau pada negara-negara yang terkonfirmasi kasus cacar monyet untuk meningkatkan tindakan pencegahan.
Berikut ini empat negara dengan kasus cacar monyet terbanyak yang dilaporkan oleh CDC. Simak baik-baik, ya!
Melansir dari CNBC, CDC menyatakan risiko bagi masyarakat umum masih rendah peringatan yang ditingkatkan adalah mendorong orang untuk menghindari kontak dengan orang sakit, termasuk mereka yang memiliki lesi kulit atau genital, serta hewan yang sakit atau mati.
Untuk mencegahnya, kamu harus tahu bahwa ada gejala khas yang bisa menentukan apakah itu penyakit cacar monyet atau bukan.
Menurut Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr Irma Rezky Ratu, SpA(K), gejala sangat khas dari cacar monyet adalah letak munculnya lesi di tubuh.
"Cacar monyet itu lesinya muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Cacar air lesinya enggak ada di area tersebut," kata dr Irma di sesi diskusi Live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia pada Selasa (7/6/2022).
Selain itu, dibandingkan dengan cacar air, cacar monyet kebanyakan kasusnya kemunculan lesi enggak begitu banyak di badan. Sementara itu, cacar air lebih dominan di area tengah tubuh. Misalnya, dada, perut, atau punggung belakang.
Nah, itulah gejala khas yang bisa kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.