Kasua virus corona di Tanah Air masih terus bertambah setiap harinya. Namun, di sisi lain, Indonesia kini sedang fokus untuk mengembangkan vaksin guna mengakhiri pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Vaksin yang dikembangan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) itu dijuluki vaksin Merah Putih. Diketahui kini para peneliti Tanah Air telah berhasil mengembangkan vaksin Merah Putih hingga capai 40 persen. Pada akhir tahun 2020, Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi, mengatakan bahwa vaksin Merah Putih diprediksi akan menjalani uji klinis pada hewan.

"Harapannya akhir tahun bisa selesai uji coba pada hewan sehingga di awal tahun depan Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksinnya ke bio farma untuk discale up," ujar Prof Bambang saat konferensi pers di BNPB, Rabu (2/8/2020).

"Untuk vaksin yang dikembangkan Eijkman tahapannya 40 persen, sedang disiapkan sel mamalianya," sambungnya.

Demi menekan pertambahan kasus corona, Prof Bambang pun berharap agar lembanag Eijkman dalam waktu dekat siap menyerahkan bibir vaksin.

Baca Juga: Wajib Tahu! Dokter Paru: Happy Hypoxia Hanya Dialami Pasien Covid-19 Bergejala, Tak Terjadi pada OTG

"Kita harapkan di triwulan 3 2021 kita bisa memproduksi tahapan awal vaksin Merah Putih untuk kepentingan publik," imbuhnya.